POJOKSATU.id, JAKARTA— Dengan status DPO Harun Masiku akan butuh banyak uang tunai dalam pemenuhan kebutuhannya karena tak bisa mengakses ATM bila memakai namanya.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami sosok pemasok kebutuhan Harun Masiku selama ini. Diduga ada pihak tertentu yang melakukan itu.
Ketua IM57+ Institute yang juga mantan pegawai KPK, Praswad Nugraha, mengatakan, buronan Harun Masiku butuh uang tunai cukup banyak, karena selalu berpindah-pindah.
Dia juga tidak bisa mengakses sistem keuangan perbankan, karena bisa diketahui posisinya bila ambil uang dari ATM.
Baca Juga: Pendaftaran PPPK 2024 dan CPNS 2024 Tanggal 15 Juli, Simak Penjelasan Resmi BKN
"Buronan butuh berpindah-pindah, jadi tidak mungkin bisa kerja, sehingga butuh pihak yang back up atau support kebutuhan keuangannya," kata Praswad kepada wartawan.
Tak hanya itu, Harun Masiku juga butuh identitas palsu, baik paspor, cover story, dan butuh orang-orang yang membantunya setiap akan melintasi wilayah negara tertentu secara ilegal.
"Semua itu biayanya sangat besar, mustahil bila tidak disupport keuangan yang kuat,” jelasnya.
“Harun Masiku tidak bisa bekerja, karena statusnya buron, maka, pasti tidak ada pemasukan, tanpa dukungan dari pihak tertentu, tidak mungkin dia bisa membiayai pelariannya selama 4,5 tahun ini," kata Praswad.
Baca Juga: Wartawan Tribrata dan Keluarganya Tewas Dibakar, Begini Hasil Penyelidikan Polisi
Sementara itu Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika Sugiarto, menanggapi pernyataan Praswad terkait dugaan pihak yang membantu pelarian Harun Masiku.
"Semua informasi dari masyarakat yang bermanfaat, termasuk dari Mas Praswad, akan dianalisa, untuk memperkuat pencarian tersangka HM," kata Tessa Mahardika, Jumat (28/6).
Dia meyakini, tim penyidik KPK memiliki strategi menelusuri keberadaan tersangka Harun Masiku.
"Termasuk bila ada pihak-pihak yang diduga membantu dalam pelarian," pungkasnya.***




