POJOKSATU.ID - Viral sebuah video yang menampilkan seekor harimau tampak kurus dan mondar-mandir di dalam kandang di Taman Margasatwa Ragunan.

Dalam narasinya, perekam menuding bahwa hewan tersebut kelaparan karena jatah pakannya dibawa pulang oleh petugas.

Tuduhan itu memicu kegaduhan publik, hingga akhirnya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turun langsung meninjau lokasi.

Untuk memastikan kondisi hewan yang disebut sebagai Sri Deli, harimau sumatra penghuni Ragunan.

Baca Juga: Wicked: For Good Mulai Gebrak Bioskop Indonesia, Terjebak Konflik, Persahabatan dan Perjuangan

Namun setelah dilakukan pengecekan menyeluruh, fakta yang ditemukan justru bertolak belakang dengan isi video viral.

Harimau Sri Deli ternyata dalam kondisi sehat, gemuk, dan dirawat dengan pakan yang cukup.

Video yang beredar disebut merupakan rekaman lama, kemungkinan diambil pada masa pandemi Covid-19, lalu kembali diunggah hingga memunculkan kesalahpahaman.

Pramono tiba di Taman Margasatwa Ragunan sekitar pukul 08.20 WIB mengenakan batik dan celana panjang hitam.

Baca Juga: Tabungan Emas UMi BRI Meroket 66,9 Persen, Investasi Rakyat Tembus 13,7 Ton di 2025

Tanpa menunda, ia langsung naik buggy car menuju lokasi penyimpanan pakan hewan untuk melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi.

Di ruangan pakan, terlihat aneka bahan pangan yang disiapkan untuk satwa seperti wortel, jagung, ubi, cesin, pisang, kelapa, kacang panjang.

Selain itu ada kembang kol, sawi, hingga roti, bahan pangan yang lengkap dan tersusun rapi.

“Banyak ini,” ujar Pramono sambil mengamati stok pakan.

Seorang petugas kemudian menjelaskan bahwa video yang menuduh satwa kelaparan sebenarnya merupakan video lama yang kembali beredar.

“Video yang sebut hewan kurus karena kelaparan itu video lama yang diunggah kembali,” kata petugas tersebut.

Menanggapi video tersebut, Pramono menyatakan keheranannya terhadap pihak yang mencoba membuat kegaduhan dengan mengunggah ulang konten lama tanpa konteks.

“Saya tidak habis pikir sama orang yang memviralkan,” ujarnya.

Baca Juga: Heboh! Minyak Jelantah MBG Ternyata Jadi Duit Besar, Diekspor hingga Jadi Bahan Bakar Pesawat! Beneran Untung?

Menurut Pramono, penyebaran narasi keliru seperti itu dapat merugikan pengelola Ragunan sekaligus menimbulkan kekhawatiran publik bahwa satwa di Jakarta tidak terurus.

Setelah melihat area pakan, Pramono bergerak menuju kandang Sri Deli, harimau dalam video viral.

Sesampainya di lokasi, Gubernur DKI menyaksikan sendiri kondisi hewan tersebut.

Bahkan, ia memberi pakan daging ayam segar langsung kepada Sri Deli. Awalnya, harimau itu tampak sedikit enggan dan menggeram.

Baca Juga: Five Nights at Freddy's 2 Siap Hantui Bioskop Mulai 5 Desember 2025, Full Jumpscare!

Namun tak lama, Sri Deli memakan daging tersebut dengan lahap.

“Berhasil,” kata Pramono setelah melihat respons positif sang harimau.

Dari pengamatan langsung, Sri Deli tampak berpostur besar, aktif, dan tidak menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi.

Pramono memastikan Sri Deli kini berada dalam kondisi sangat baik.

Ia menegaskan bahwa kemunculan video lama telah menciptakan persepsi salah bahwa harimau tersebut masih berada dalam kondisi memprihatinkan.

“Kondisi Sri Deli ini sudah sangat besar dan teman-teman lihat sendiri, kondisinya sangat sehat,” kata Pramono.

Pihak Ragunan juga membenarkan bahwa rekaman yang beredar kemungkinan besar berasal dari periode pandemi Covid 19.

Saat aktivitas pengunjung dan rutinitas harian mengalami penyesuaian.

Karena kondisi kandang dan pola makan satwa sempat berubah, penampilan Sri Deli pada saat itu bisa terlihat berbeda.

Baca Juga: KPK Sita Rumah hingga Mazda CX-3 dari Dugaan Korupsi Kuota Haji Rugikan Negara Rp1 Triliun

Namun saat ini, seluruh satwa, termasuk Sri Deli telah kembali dalam kondisi prima dengan manajemen pakan yang teratur.

Salah satu tuduhan dalam video viral tersebut menyebut bahwa petugas membawa pulang jatah pakan harimau, sehingga satwa kelaparan.

Pramono membantah keras narasi tersebut.

Ia meminta agar pengawasan pakan terus dilakukan secara ketat untuk memastikan tidak ada celah bagi isu negatif berkembang.

Baca Juga: Zootopia 2, Siap Hadirkan Sekuel Seru, Bawa Misi Misterius Judy dan Nick ke Marsh Market

“Saya meminta yang bertanggung jawab soal pakan memastikan tidak ada kekurangan seperti yang dituduhkan,” ujarnya.

Menurutnya, tuduhan bahwa petugas membawa pulang pakan adalah tidak masuk akal.

Dan dapat merusak reputasi pekerja Ragunan yang selama ini merawat satwa dengan penuh dedikasi.

Dalam unggahan yang viral, narasi yang dibangun sangat provokatif: satwa kelaparan, pakan dicuri, dan petugas dianggap lalai.

Setelah diverifikasi, seluruh klaim tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan kondisi terkini.

Fenomena video lama yang diunggah kembali bukan hal baru di media sosial.

Banyak kreator konten memanfaatkan rekaman lawas demi memancing emosi atau menarik perhatian pengguna.

Peninjauan langsung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuktikan satu hal, Sri Deli sehat, gemuk, dan mendapatkan pakan yang cukup.

Video harimau kurus yang viral terbukti merupakan video lama yang kembali disebarkan tanpa konteks.

Tuduhan bahwa pakan dibawa pulang oleh petugas juga tidak terbukti.

Pemerintah meminta publik untuk lebih cermat dalam menerima informasi, terutama konten viral yang belum terverifikasi.***