POJOKSATU.id, MEDAN—Usai menggeledah rumah dinas dan kantor Kadis PUPR Sumut Topan Ginting pada Selasa (1/7), KPK melanjutkan penggeledahan di rumah pribadi Topan di Komplek Royal Sumatera, Kota Medan, Rabu (2/7).
Hasilnya cukup membuat kaget, KPK menemukan uang tunai Rp2,8 miliar dan dua pucuk senjata api jenis bareta dan senapan angin di rumah mantan Plt Sekda Kota Medan itu.
Penggeledahan dilakukan dari siang sekitar 11.00 WIB hingga sore sekitar pukul 16.30 WIB.
Baca Juga: Mayoritas Guru Honorer Pelamar PPPK 2024 Madina Tahap 2 Ternyata Tak Lolos, BKD Ungkap Penyebabnya
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, dua senjata tersebut terdiri dari pistol bareta dengan tujuh butir amunisi dan senapan angin dengan amunisi pelet dua pak.
“Diantaranya uang sejumlah sekitar Rp2,8 M serta dua pucuk senjata api,” kata Budi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (2/7).
Dalam penggeledahan itu, KPK juga menemukan uang miliaran rupiah. Uang yang ditemukan sebanyak Rp 2,8 miliar yang disimpan di dalam koper sebanyak 28 pak.
Baca Juga: Enam Fakta Bagus Adi Prayogo Mahasiswa KKN UGM Tenggelam di Maluku, Adiknya Hanya Satu Usia 1 Tahun
"Untuk jenisnya yang pertama pistol baretta dengan amunisi 7 butir dan jenis kedua senapan angin dengan jumlah amunisi air gun sejumlah 2 pak," kata dia.
Budi mengatakan, KPK akan berkoodinasi dengan pihak kepolisian terkait izin pemelikian senjata api tersebut.
Dalam penggeladahan di rumah pribadi Topan Ginting di Kompleks Royal Sumatera, KPK membawa tiga koper, dua kardus dan satu tas dari dalam rumah.
KPK menyebut akan mengusut asal usul uang tunai di rumah Topan Ginting ini.
"Tentunya semua akan didalami baik asal-muasal dari uang tersebut ataupun uang tersebut nanti akan dialirkan ke mana," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo.
Budi mengungkapkan, penelusuran dilakukan dengan mencari bukti-bukti di beberapa tempat. Hingga kini, KPK memang masih melakukan serangkaian penggeledahan terkait perkara tersebut.
"KPK masih akan terus menelusuri terkait dengan bukti-bukti yang mungkin nanti juga berada di tempat-tempat lainnya sehingga KPK masih akan terus melakukan penggeledahan," tuturnya.***




