POJOKSATU.ID- Hari ini ribuan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) hari ini turun ke jalan dalam aksi serentak nasional.
Aksi ini memusatkan perhatian publik karena digelar di titik-titik strategis, termasuk Mabes Polri dan Polda di masing-masing daerah dikutip dari Instagram resmi BEM SI.
Tujuannya jelas: menuntut keadilan untuk rakyat, serta mengecam keras tindakan represif aparat dalam menangani unjuk rasa.
Mahasiswa menegaskan bahwa mereka bergerak bukan hanya karena ketidakadilan kebijakan, tetapi juga karena tragedi berdarah yang menewaskan Afan Kurniawan, seorang mitra ojek online (ojol) yang terlindas kendaraan Barakuda Brimob Polri saat terjadi bentrokan di depan Gedung DPR RI pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.
Baca Juga: KUMPULAN SOAL TIK Kelas 8 SMP Semester Ganjil: Mengenal Fungsi Dasar Microsoft Word dan Excel
"Kami Datang dengan Suara, Kalian Datang dengan Tameng"
Dalam pernyataan resminya, BEM SI menyampaikan bahwa aksi ini adalah bentuk perlawanan terhadap wajah negara yang semakin anarkis dalam menghadapi warganya sendiri.
“Kami datang dengan suara, kalian datang dengan tameng. Kami bawa tuntutan, kalian bawa pasukan. Padahal tugas kalian melindungi, bukan menakuti,” ujar akun resmi @bemsi.official yang menyuarakan semangat aksi.
Mahasiswa menyerukan bahwa demonstrasi bukan musuh negara, dan rakyat bukan ancaman yang pantas dibungkam dengan gas air mata atau kekerasan fisik.
Mereka hanya ingin satu hal: didengar.
Baca Juga: Grab Sampaikan Dukacita atas Affan Kurniawan Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob Saat Demo Ricuh
Koalisi Ojol Nasional: Kami Berduka dan Menuntut Keadilan
Tragedi meninggalnya Afan Kurniawan juga mendapat perhatian serius dari Koalisi Ojol Nasional.
Ketua Presidium Koalisi, Andi Kristiyanto, mengirimkan surat terbuka kepada Kapolri Jenderal Sigit Listianto, yang berisi tuntutan tegas:
1. Ucapan belasungkawa dan duka mendalam dari seluruh komunitas ojol di Indonesia.
Ribuan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) hari ini turun ke jalan dalam aksi serentak nasional--Instagram BEM SI
2. Kecaman keras terhadap tindakan Brimob yang mengakibatkan korban jiwa.
3. Desakan agar Kapolri mengusut tuntas peristiwa tersebut.
4. Tuntutan pemecatan dan hukuman seberat-beratnya kepada anggota Brimob yang terlibat.
Surat ini menjadi simbol bahwa rakyat dari berbagai elemen kini bersatu untuk menuntut keadilan.
Aksi ini tidak hanya terpusat di Jakarta. Polda-polda di berbagai provinsi juga menjadi titik demonstrasi.
BEM SI menyebutkan bahwa aksi akan berlangsung dari Jumat, 29 Agustus hingga Senin, 1 September 2025, dengan waktu puncak aksi dimulai pukul 13.00 WIB.
Tagar seperti #KeadilanUntukAfan, #AksiBEMSI, dan #ReformasiPolri menduduki trending topic nasional. Warganet menunjukkan solidaritas terhadap korban, serta dukungan terhadap keberanian mahasiswa dalam menyuarakan keadilan.***



