POJOKSATU.id - Tim relawan Gerakan Anak Negeri yang didukung penuh Pemkab Bogor dan RSUD Bogor, hari ini Rabu 3 November 2025, langsung tancap gas dalam upaya penanganan pascabencana.

Semalam, tim relawan 2 telah tiba di posko bencana di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara bergabung dengan tim advance yang lebih dulu tiba sehari sebelumnya.

Penanggungjawab Gerakan Anak Negeri, Hazairin Sitepu mengatakan, pemberangkatan relawan gelombang kedua ini bukan sekadar seremonial.

Tetapi merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi masyarakat di Sumatera yang terdampak bencana yang sangat membutuhkan bantuan.

Baca Juga: Medan Dilanda Banjir Lagi, Sekolah Lanjut Pembelajaran Daring Sampai 4 Desember 2025

"Kami ingin memastikan kebutuhan masyarakat Sumatera yang terdampak dapat segera tertangani di beberapa titik bencana, terutama terkait obat-obatan, kebutuhan dasar dan bantuan tenaga medis," ujar Hazairin.

Relawan ini juga memastikan jalur komunikasi tetap terbuka.

Di banyak daerah terdampak, sinyal telekomunikasi terputus akibat rusaknya infrastruktur darat, sehingga keberadaan teknologi satelit menjadi kebutuhan mendesak.

Dengan demikian, diharapkan proses pemulihan di Sumatera dapat berjalan lebih cepat, lebih efektif, dan semakin terkoordinasi.

Baca Juga: Saat Sumut Dilanda Banjir, Publik Serentak Ingat Doni Monardo Siapa Sosok Mantan Kepala BNPB yang Kini Dirindukan

"Semangat gotong royong menjadi landasan utama, menunjukkan bahwa seluruh relawan berangkat dengan motivasi kuat untuk bekerja bersama, saling mendukung, dan memberikan kontribusi terbaik di lapangan," tambah Hazairin

Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Jafar S Ritonga, menyampaikan apresiasi atas bantuan dan dukungan yang diberikan Gerakan Anak Nusantara dan Pemkab Bogor dalam penanganan bencana di wilayahnya.

Ia menegaskan, kolaborasi ini merupakan bukti nyata sinergi 'anak negeri' dalam menghadapi musibah.

"Untuk kesiapan (penanganan bencana), kami sudah siap. Dan kita semua bersatu, artinya Pemerintah Tapanuli Selatan, sudah mempersiapkan berbagai kemungkinan terjadi," ujar Jafar S Ritonga.

Ia juga menyambut baik kerjasama semua unsur sebagai bentuk sinergi untuk bersama-sama menolong masyarakat yang terdampak.

"Artinya kami menerima kerjasama karena itu sinergi, bersama-sama kita menolong anak negeri. Kami siap," tegasnya.

 

Update dan Rencana Hari Ini

Ritonga juga mengungkapkan perkembangan terkini terkait dampak bencana.

Dari data terupdate hingga Selasa kemarin, terdapat sekitar 70-an korban, tapi masih banyak yang masih tertimbun longsor.

"Karena di daerah Garoga ini kan rata abis," jelasnya.

Baca Juga: Geger! Bencana Terbesar Tahun Ini, Tapi Bahlil Hadir dengan Solusi Kecil

Saat ini, fokus utama pemerintah daerah adalah fase penangangan tanggap darurat bencana.

Saat ini tim masih melakukan proses mencari jenazah-jenazah yang tertimbun.

"Di samping itu juga, kita ada proses penyemprotan disinfektan beberapa daerah yang mulai tercium bau kurang sedap," tambahnya.

Pihaknya berharap, proses penanganan dapat berjalan cepat.

Untuk itu berbagai upaya pun dilakukan untuk mempercepat proses tanggap darurat bencana ini.

Baca Juga: TNI AU Kirim Bantuan ke Aceh Tamiang dengan Airdrop 20 Paket Bantuan, Netizen: kenapa Baru Sekarang?

Apalagi adanya dorongan dari pemerintah pusat yang langsung membantu.

"Kalau bisa kita secepatnya, karena bagi kami setelah selesai tanggap darurat ini akan masuk ke proses rekonstruksi."

"Kita maunya ini cepat. Pemerintah pusat sudah turun tangan, semoga bisa segera teratasi," harapnya.

Sementara beradasarkan laporan langsung tim relawan di lokasi, terdapat sekitar 200-an ppengungsi di posko tersebut.

Hari ini, tim relawan langsung melakukan penanganan kepada para korban.

Mulai dari pengecekan kesehatan, penanganan cedera dan kebutuhan lainnya.***