POJOKSATU.id - Setiap tanggal 14 November diperingati sebagai Hari Brigade Mobil atau Brimob.
Tanggal 14 November 1946, seluruh kesatuan Polisi Istimewa, Barisan Polisi Istimewa, dan Pasukan Polisi Istimewa dilebur menjadi Mobile Brigade yang sekarang dikenal sebagai Brimob.
Oleh karena itu, setiap tanggal 14 November diperingati sebagai Hari Brimob.
Hari Brimob tak lepas dari momen pembacaan teks Proklamasi pasukan Polisi Istimewa oleh Inspektur Polisi TK I Moehammad Jasin pada 21 Agustus 1945.
Inti proklamasi itu menyatakan 'Polisi sebagai Polisi Republik Indonesia'.
Pasukan Polisi Istimewa kemudian melakukan perubahan kepemimpinan yang semula orang Jepang.
Markas Polisi Istimewa kemudian berada di bawah pimpinan Inspektur Polisi Tingkat I Moehammad Jasin.
Polisi Istimewa dibentuk dengan tujuan merebut fasilitas militer yang sebelumnya dikuasai oleh Jepang.
Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Dr. H. Moehammad Jasin lahir di Baubau, Buton, Sulawesi Tenggara pada 9 Juni 1920.
Ia wafat diusia 91 tahun pada 3 Mei 2012 pukul 15.30 WIB.
Komisaris Jenderal (purn) Moehammad Jasin mendapat gelar sebagai pahlawan nasional dari pemerintah sesuai Keputusan Presiden (Keppres) No. 116/TK/ 2015 tanggal 5 November 2015 lalu.
Baca Juga: Jawa Barat Kini Tambah Daftar Pahlawan Nasional, Kenali Sosok Abdul Chalim
Hal itu karena Moehammad Jasin adalah pendiri jajaran Brigade Mobil (Brimob) di Polri.
Sebelum menjadi polisi, Moehammad Jasin mengikuti pendidikan umum di Volkschool Baubau, Hollands Inlandsche School (HIS) dan Schakel School di Makassar.
Terakhir, ia menyelesaikan pendidikan di Meer Utgerbreid Lager Onderwijs (MULO).
Moehammad Jasin kemudian melanjutkan pendidikan sekolah polisi di Sukabumi.
Selama bertugas di Surabaya, Moehammad Jasin juga menjadi pengajar bagi calon anggota Tokubetsu Keisatsu yang kemudian menjadi kepolisian Indonesia setelah diproklamirkan.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2023 dan Cara Menggunakannya
Itu adalah cikal bakal kepolisian hingga saat ini.
Pada tanggal 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Moehammad Jasin, mengumumkan bahwa Tokubetsu Keisatsutai Surabaya akan menjadi bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Moehammad Jasin saat itu menjabat sebagai Komandan Tokubetsu Keisatsutai (Polisi Istimewa) di Surabaya
Polisi Iestimewa ini akan segera mengambil langkah-langkah untuk mempertahankan kemerdekaan RI.
Sejak pembentukan pasukan ini, Moehammad Jasin dipilih sebagai pemimpin Mobiele Brigade Besar (MBB) di Jawa Timur.
Moehammad Jasin bersama pasukannya terlibat dalam berbagai pertempuran melawan penjajah di wilayah Jawa Timur.
Meskipun berasal dari Sulawesi, Jasin telah dekat dengan Jawa Timur, tempat ia berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada tahun 1946, Moehammad Yasin menjabat sebagai Kepala Kepolisian di Karesidenan Malang.
Kesatuan ini, diresmikan pada tanggal 14 November 1946 di Purwokerto.
Baca Juga: Masih Jadi Misteri, Ini Dia 5 Pahlawan Indonesia yang Hilang dan Jasadnya Belum Ditemukan
Kesatuan ini berperan penting dalam peristiwa Agresi Militer Belanda dan Angkatan Perang Ratu Adil di Bandung, serta pengamanan jalan di wilayah Jawa Barat dari ancaman gerombolan DI/TII.
Moehammad Jasin kemudian diakui sebagai Bapak Brimob Kepolisian RI.
Pada bulan September 1948, Moehammad Jasin memimpin empat kompi Mobrig bersama TNI untuk mengatasi pemberontakan PKI di Madiun.
Moehammad Jasin bahkan pernah diasingkan ke Jerman karena menentang pengangkatan Sukarno Joyonegoro sebagai Panglima Angkatan Kepolisian.
Alasannya adalah karena Sukarno Joyonegoro disukai oleh PKI, dan itulah mengapa Jasin juga menolak tawaran menjadi wakil panglima kepolisian.
Moehammad Jasin menunjukkan semangat juang luar biasa ketika melaksanakan tugas dari Kapolri Jenderal Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo untuk membentuk Brigade Mobil.
Moehammad Jasin juga aktif berjuang pada pertempuran 10 November di Surabaya.
Selain diabadikan dalam nama salah satu jalan di Kota Surabaya, nama Jasin juga dihubungkan dengan Markas Korps Brimob yang terletak di Kota Depok, Jawa Barat.
Markas ini berada di sebelah Jalan Komjen Pol. Moehammad Jasin, Kelapa Dua, Depok.
Penamaan Jalan Komjen Pol.
Moehammad Jasin ini resmi dilakukan pada tanggal 5 Februari 2014.
Sebelumnya, jalan ini dikenal sebagai Jalan Akses Universitas Indonesia (UI).
Sejak tahun 1966, Markas Korps Brimob ini sudah dikenal dengan sebutan Kesatrian Brimob "Amji Attak".***



