POJOKSATU.id - Ribuan masyarakat dari berbagai latar belakang ikut ambil bagian dalam Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu 1 Juli 2026.
Keterlibatan langsung warga menjadi pesan utama peringatan tahun ini yang mengangkat tema "Polri untuk Masyarakat".
Selain dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta jajaran pejabat negara, upacara juga diramaikan oleh puluhan elemen masyarakat yang ikut dalam defile dan berbagai rangkaian kegiatan.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa pelibatan masyarakat bukan sekadar pelengkap acara seremonial.
Baca Juga: Rahasia iPhone 18 Pro Bocor di Dark Web, Foto Prototipe hingga Daftar Komponen Tersebar
Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan komitmen Polri untuk terus membangun hubungan yang semakin dekat dengan masyarakat.
"Pelibatan berbagai elemen masyarakat menegaskan bahwa Polri berorientasi kepada masyarakat. Masyarakat adalah kekuatan sejati Polri, dan keamanan serta rasa aman merupakan tugas bersama. Karena itu, kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat kepada Polri menjadi prioritas kami," ujar Johnny.
Semangat kebersamaan itu juga terlihat dalam berbagai atraksi yang ditampilkan selama upacara berlangsung.
Personel Korps Brimob memperagakan kemampuan taktis melalui demonstrasi keterampilan, penerjunan personel, simulasi pembebasan sandera, parade kendaraan operasional hingga defile yang melibatkan 32 elemen masyarakat.
Baca Juga: Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah Tergelincir ke Rp17.944, Simak Kurs Terbaru di Empat Bank Besar
Beragam kelompok ikut ambil bagian dalam defile tersebut, mulai dari pengemudi ojek online, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, konfederasi buruh, Pramuka, hingga berbagai komunitas lainnya.
Johnny menjelaskan, kehadiran berbagai unsur masyarakat menjadi simbol bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian semata.
"Kami ingin memperkuat sinergi dan kolaborasi, karena keamanan dan rasa aman tidak mungkin diwujudkan sendiri oleh Polri. Semua elemen bangsa harus bersama-sama membangun keamanan sebagai fondasi pembangunan Indonesia yang maju," katanya.
Baca Juga: Saat Menyekap Yuvita, Tersangka Taufik Hidayat Check In di Hotel Bersama Janda, Tak Mau Bayar Pula
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga tidak hanya dipusatkan pada upacara.
Dalam beberapa pekan terakhir, Polri telah menggelar berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Program tersebut meliputi bakti kesehatan, bakti sosial, bedah rumah, operasi bibir sumbing, khitanan massal, turnamen olahraga, hingga penyelenggaraan Kapolri Cup Esports yang melibatkan generasi muda dari berbagai daerah.
Di sisi lain, Polri terus melanjutkan transformasi pelayanan publik berbasis teknologi digital.
Berbagai inovasi kini telah tersedia untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan kepolisian secara lebih praktis.
Beberapa layanan tersebut antara lain Super Apps Polri, SKCK Online, SIM Digital, kanal pengawasan berbasis teknologi, hingga layanan darurat 110 yang dapat diakses masyarakat secara cepat, mudah, dan tanpa biaya.
"Semua inovasi tersebut merupakan wujud komitmen Polri untuk terus bertransformasi dan menghadirkan pelayanan yang semakin mudah diakses, cepat, transparan, serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tutup Johnny.
Baca Juga: Prabowo Ingatkan Polri Jangan Terlena Meski Indonesia Catat Nol Insiden Terorisme Sejak 2023
Peringatan Hari Bhayangkara tahun ini menunjukkan bahwa membangun keamanan tidak bisa dilakukan sendirian.
Ketika kepolisian dan masyarakat berjalan berdampingan, rasa aman bukan hanya menjadi harapan, tetapi bisa diwujudkan bersama demi Indonesia yang semakin maju.***




