POJOKSATU.id, Jakarta — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026, perusahaan Fast Moving Consumer Good Lemonilo menyelenggarakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk "Pendidikan untuk Semua, Menuju Generasi Hebat" bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) kepada 100 anak didik sekolah non-formal Komunitas Gumul Juang (KGJ) Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur.
Melalui inisiatif ini, Lemonilo memberikan penyediaan bantuan fasilitas belajar serta dukungan makanan sehat dari produk-produk Lemonilo.
Tak hanya itu, guna memperhatikan gizi kepada anak-anak tersebut Kementerian Kelautan dan Perikanan turut menyumbang 100 ekor ikan.
Rangkaian acara diawali dengan penyerahan bantuan secara simbolis berupa perlengkapan sekolah (tas), fasilitas penunjang belajar mengajar berupa unit laptop dan televisi untuk operasional kelas, serta sarana gizi berupa produk-produk sehat dari Lemonilo dan ikan.
Turut hadir dalam acara ini Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ibu Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, Co-CEO Lemonilo Shinta Nurfauzia, serta Pimpinan Komunitas Gumul Juang Ciliwung Daniel Polii.
"Masa depan anak-anak tidak hanya ditentukan oleh usaha mereka sendiri, melainkan sangat bergantung pada kepedulian, keputusan, dan dukungan kita sebagai orang dewasa. Di Lemonilo, kami percaya bahwa membangun generasi Indonesia yang sehat tidak cukup hanya melalui asupan makanan bermutu, melainkan juga lewat akses pendidikan yang layak dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka secara utuh," ujar Co-CEO Lemonilo, Shinta Nurfauzia.
Shinta menambahkan, bahwa keberadaan sekolah non-formal seperti KGJ Ciliwung menjadi bukti nyata kekuatan kepedulian masyarakat.
"Pengabdian para relawan KGJ Ciliwung yang konsisten mendampingi anak-anak setiap akhir pekan sangat menginspirasi kami. Lemonilo ingin hadir menjadi bagian dari solusi dan penyemangat agar adik-adik kita berani bermimpi setinggi-tingginya," jelasnya.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi menambahkan, isu perlindungan dan pemenuhan hak anak termasuk hak atas pendidikan adalah tanggung jawab bersama.
“Sinergi antara pemerintah, sektor swasta seperti Lemonilo, dan komunitas lokal merupakan wujud nyata kerja kolaboratif yang sangat dibutuhkan untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal," tegasnya.
Edukasi Interaktif dan Pemberdayaan Berkelanjutan
Selain penyerahan donasi dan sesi dialog interview bersama media, acara diramaikan dengan sesi hiburan edukatif berupa "Dongeng Sulap" yang dibawakan oleh Kak Maulana untuk menanamkan nilai-nilai karakter serta edukasi pola hidup sehat sejak dini secara menyenangkan.
Kegiatan diakhiri dengan pesta permainan rakyat interaktif seperti tarik tambang, pindah tepung, dan tiup balon untuk melatih kerja sama tim serta keceriaan anak-anak.
Terkait keberlanjutan program, Lemonilo berkomitmen untuk terus mengevaluasi kebutuhan komunitas marjin al lainnya serta terbuka untuk mereplikasi model kemitraan edukasi dan gizi ini di berbagai daerah lain di Indonesia.




