POJOKSATU.ID - Kenaikan harga produk berbahan plastik mulai dirasakan di sejumlah pasar, namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta masyarakat tidak bereaksi berlebihan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara tegas mengimbau warga agar tidak melakukan aksi borong atau panic buying.

Menurut Pramono, kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari kondisi global yang sedang memanas.

Baca Juga: SKTP Belum Terbit Hingga Bulan April, Apakah Tunjangan Hangus? Ini Penjelasan Resmi dan Hal yang Harus Segera Dicek Guru

Konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran disebut berdampak pada terganggunya rantai pasok bahan baku plastik.

Meski demikian, ia memastikan bahwa ketersediaan barang di pasaran masih dalam kondisi aman.

Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan harga dan stok secara intensif setiap hari.

Baca Juga: Tak Jadi Dirumahkan! PPPK Lumjang Dipastikan Aman, Pemerintah Tegaskan Tak Ada PHK Meski Anggaran Dipangkas 30 Persen

“Tidak perlu panic buying, karena kebutuhan utama masyarakat stoknya masih lebih dari cukup,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa Pemprov DKI memiliki sistem pemantauan harian terhadap harga berbagai komoditas.

Dari hasil pemantauan tersebut, kondisi inflasi di Jakarta hingga saat ini masih tergolong stabil dan terkendali.

Baca Juga: Meski Harga Minyak Dunia Bergejolak, Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Akan Naik Hingga Akhir 2026

Pramono juga menilai kenaikan harga plastik yang terjadi masih dalam batas wajar dan belum sampai mengganggu keseimbangan ekonomi masyarakat secara luas.

Karena itu, ia meminta warga tetap bijak dalam berbelanja dan tidak terpengaruh isu yang dapat memicu kepanikan.

Gangguan distribusi global memang menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga.

Terhambatnya jalur perdagangan membuat biaya logistik meningkat, yang pada akhirnya berdampak pada harga jual produk di tingkat konsumen.

Baca Juga: Bitcoin ‘Meledak’ Mendekati 70.000 Dolar AS, Didorong Faktor Makro dan Donald Trump

Namun demikian, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus melakukan langkah mitigasi agar dampak kenaikan harga tidak membebani daya beli masyarakat.

Dengan situasi yang masih terkendali, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru bisa memperparah kondisi pasar.***