POJOKSATU.ID - Kenaikan harga produk berbahan plastik mulai dirasakan di sejumlah pasar, namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta masyarakat tidak bereaksi berlebihan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara tegas mengimbau warga agar tidak melakukan aksi borong atau panic buying.
Menurut Pramono, kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari kondisi global yang sedang memanas.
Konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran disebut berdampak pada terganggunya rantai pasok bahan baku plastik.
Meski demikian, ia memastikan bahwa ketersediaan barang di pasaran masih dalam kondisi aman.
Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan harga dan stok secara intensif setiap hari.
“Tidak perlu panic buying, karena kebutuhan utama masyarakat stoknya masih lebih dari cukup,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa Pemprov DKI memiliki sistem pemantauan harian terhadap harga berbagai komoditas.
Dari hasil pemantauan tersebut, kondisi inflasi di Jakarta hingga saat ini masih tergolong stabil dan terkendali.
Pramono juga menilai kenaikan harga plastik yang terjadi masih dalam batas wajar dan belum sampai mengganggu keseimbangan ekonomi masyarakat secara luas.
Karena itu, ia meminta warga tetap bijak dalam berbelanja dan tidak terpengaruh isu yang dapat memicu kepanikan.
Gangguan distribusi global memang menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga.
Terhambatnya jalur perdagangan membuat biaya logistik meningkat, yang pada akhirnya berdampak pada harga jual produk di tingkat konsumen.
Baca Juga: Bitcoin ‘Meledak’ Mendekati 70.000 Dolar AS, Didorong Faktor Makro dan Donald Trump
Namun demikian, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus melakukan langkah mitigasi agar dampak kenaikan harga tidak membebani daya beli masyarakat.
Dengan situasi yang masih terkendali, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru bisa memperparah kondisi pasar.***




