POJOKSATU.ID - Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Nasional yang digelar di Istana Negara menjadi momentum refleksi mendalam bagi tatanan kepemimpinan nasional.
Cendekiawan Muslim terkemuka, Prof. M. Quraish Shihab, memberikan tausyiah yang menitikberatkan pada esensi kekuasaan sebagai amanah sekaligus ujian spiritual yang besar bagi seorang pemimpin.
Dalam penyampaiannya, penulis Tafsir Al-Misbah tersebut menekankan bahwa jabatan presiden bukan sekadar posisi formal, melainkan bentuk ujian dari Tuhan yang memerlukan keteguhan hati.
Beliau mengibaratkan dinamika kepemimpinan dengan tantangan yang dihadapi oleh para Nabi dan Rasul di masa lalu.
Baca Juga: Melalui Metode MOOC, 42 Ribu ASN Kemenag Siap Ikuti Pelatihan Antikorupsi!
Semakin tinggi kedudukan seseorang, maka guncangan dan cobaan yang dihadapi pun akan semakin hebat.
Meski demikian, beliau menegaskan keyakinannya bahwa setiap kesulitan dalam menjalankan amanah akan berujung pada kemenangan bagi mereka yang bersabar.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah dukungan moral terhadap upaya pemerintah dalam memberantas korupsi.
Prof. Quraish Shihab mengaitkan misi tersebut dengan filosofi kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Baca Juga: Gandeng KPK, Kemenag Targetkan Penguatan Integritas 354 Ribu Pegawai!
Menurutnya, keadilan sejati tecermin dari keberpihakan pemimpin kepada kaum yang lemah.
Beliau menjelaskan bahwa marwah seorang pemimpin diuji dari kemampuannya mengembalikan hak-hak rakyat yang terampas.
Jika prinsip ini diterapkan secara konsisten dalam kebijakan negara, maka kesejahteraan dan perdamaian yang dicita-citakan bangsa Indonesia diyakini akan lebih mudah tercapai.
Sebagai penutup, Prof. Quraish Shihab menyampaikan pesan menyentuh mengenai hubungan antara takdir pemimpin dan doa rakyat.
Beliau memandang jabatan presiden sebagai instrumen Tuhan untuk menyejahterakan masyarakat.
Apabila amanah tersebut dijalankan demi tegaknya keadilan, maka Presiden tidak hanya akan mendapatkan dukungan penuh dari rakyat, tetapi juga akan memperoleh bantuan serta perlindungan langsung dari Tuhan.
Dukungan spiritual ini menjadi penguat utama bagi seorang pemimpin dalam menghadapi berbagai kompleksitas permasalahan bangsa.***




