POJOKSATU.id - Handoko Adi Susanto adalah salah satu putra bangsa Indonesia yang berkomitmen mendedikasikan dirinya melalui pengabdian di sektor kelautan.

Alumni IPB yang satu ini berhasil menjadi pakar kelautan dan konservasi alam di Indonesia, dan bahkan di dunia.

Tahun 1992, Handoko diterima menjadi mahasiswa IBP University di program studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, ia lulus dan meraih gelar sarjananya pada tahun 1997.

Ia memulai karier pada tahun 1998 bersama USAID-CRMP, menjabat sebagai Extension Officer, dan bertanggung jawab untuk mensosialisasikan program pengelolaan pesisir di Indonesia.

Singkatnya, USAID-CRMP adalah lembaga yang didirikan oleh Amerika Serikat untuk pembangunan internasional, salah satu programnya adalah konservasi alam dan kelautan, di berbagai negara mitra seperti Indonesia.

Handoko menjalani kariernya sebagai Extension Officer hingga tahun 2001. Setelah itu, Handoko mendapatkan kesempatan emas untuk melanjutkan studinya di Thailand, bermodalkan pengalaman, wawasan yang luas dan keahliannya yang hebat di bidang kelautan.

Ia mendapatkan beasiswa dari Danish International Development Agency (DANIDA), Handoko melanjutkan pendidikan untuk gelar master di program studi Integrated Tropical Coastal Zone Management (Manajeman Wilayah Pesisir Tropis Terpadu) di Asian Institute of Technology, Thailand.

Tidak butuh waktu lama, Handoko menyelesaikan studi S2-nya selama satu tahun, dan berhasil meraih gelar master pada tahun 2003.

Handoko juga berkesempatan melanjutkan studi S3-nya di Jepang, yaitu di Kyushu University, dalam program Doctoral of Marine Biology and Conservation. Pendidikan itu ia jalani sejak tahun 2006 sampai 2009.

Selain pendidikan tinggi, Handoko juga gemilang dalam kariernya, ia pernah bekerja di berbagai perusahaan dan NGO (Non-Governmental Organization) ternama yang bergerak di bidang konservasi alam dan kelautan.

Ia tidak hanya berkarir di Indonesia, misalnya ia pernah bekerja sebagai penasihat dan pelatih pengelolaan kelautan di Republik Demokratik Timor Leste untuk mendukung prgram Coral Triangle Support Partnership (CTSP).

Handoko memiliki kontribusi besar untuk Indonesia di bidang konservasi alam dan kelautan, selama 6 tahun lebih ia berkarir dan menjabat sebagai Regional Development Office hingga Senior Manager for policy and Development di RARE Conservation, organisasi yang bergerak di bidang konservasi alam dan pengelolaan kelautan di beberapa negara, salah satunya Indonesia.

Indonesia mencatat salah satu kontribusi besar Handoko di bidang kelautan adalah perannya dalam tata ruang laut dan pesisir di Lombok Utara dan Konawe Selatan pada tahun 2013 sampai 2014 lalu.

Saat itu, Handoko melakukan pengabdian dengan melakukan kegiatan penyusunan tata ruang pesisir dan laut untuk Kabupaten Lombok Utara (Nusa Tenggara Barat) dan Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara).

Dalam kegiatan pengabdian itu, Handoko juga memberikan pelatihan perencanaan tata ruang pesisir laut, melakukan penelitian, hingga pengembangan tata ruang pesisir dan laut di dua wilayah tersebut.

Selama menjalankan pengabdiannya, Handoko mendapatkan dana bantuan dari USAID-IMACS. Kegiatan pengabdian Handoko ini merupakan kontribusi besarnya sebagai alumni IPB untuk Indonesia.

Meski pun sibuk dalam kegiatan pengabdian, Handoko tetap tidak melupakan almamaternya. Ia juga mendedikasikan diri untuk mengajar dan membimbing mahasiswa magister dan doktoral Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University.

Handoko adalah sosok yang bersungguh-sungguh atas cita-citanya membangun kemajuan Indonesia melalui pengelolaan sumber daya pesisir dan laut Indonesia.

Sosok Handoko memberikan semangat kepada setiap orang di Indonesia untuk membangun kemajuan tanah air dengan cara mengembangkan potensi diri di bidang yang diminati, untuk kemudian melakukan aksi nyata dengan berkontribusi untuk negeri.***