POJOKSATU.ID- Guna memberi rasa aman dan nyaman kepada penumpang dalam arus balik lebaran 2025 ini, Unit Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor (UPPKB) Dishub Jakarta hari ini Senin (24/03/2025) melakukan pemeriksaan sejumlah bus (Rampchek) yang dijadikan armada mudik lebaran di Terminal Kampung Rambutan.
Tiap harinya petugas UPPKB melakukan pemeriksaan hingga 15 bus, dari bus-bus itu banyak ditemukan kendaraan yang tidak lain jalan dan cenderung berbahaya penumpang jika tetap beroperasi saat arus mudik ini.
Menurut penguji, ada beberapa bus yang menggunakan ban vulkanisir. Ban vulkanisir sendiri merupakan ban bekas yang direkondisi.
Baca Juga: Jangan Telat! Cara Mudah Lapor SPT Pajak 2025 untuk Guru. Panduan Lengkap dan Cepat
"Beberapa bus kita temukan menggunakan ban vulkanisir ini sudah fatal kesalahannya dan kita rekomendasikan untuk tidak beroperasi" ujar Suparman selaku Penguji UPPKB di Terminal Kampung Rambutan kepada MPN Indonesia.
Ada juga bus yang ditemukan pecah kaca (retak), Bangku tidak miliki sabuk pengaman, palu pemecah kaca, pintu darurat terhalang hingga surat-surat yang kedaluarsa.
Menurut Suparman ada 24 elemen pemeriksaan yang harus ada serta dalam kondisi baik dan sesuai karena 24 elemen ini dianggap vital saat bus beroperasi.
Hasil yang ditemukan akan diserahkan kepada pihak Terminal Kampung Rambutan untuk ditindak lanjuti, UPPKB hanya memberikan rekomendasi keputusan tetap di pihak pengelola terminal Kampung Rambutan.
"Rekomendasi hasil rampcheck kita serahkan kepada pihak terminal nantinya mereka yang akan memutuskan kita sifatnya memberikan rekomendasi saja dari 24 elemen yang kita periksa" tambah Suparman.
Sejak kemarin ada 15 bus dari berbagai PO yang saat diuji banyak ditemukan ketidak layakan.
"Kemarin ada 15 bus yang kita periksa dari jumlah itu ternyata saat kita periksa tidak layak semuanya, kebanyakan bus tujuan Sumatera dan Jawa tapi bukan PO Bus dari Jakarta" jelas Suparman.
Uji Rampcheck ini dilakukan sejak H-10 sampai H-10 sejak tanggal 21 maret 2025 hingga 23 maret 2025 sudah ada 42 bus yang dilakukan pengujian namun tidak ada satupun bus-bus itu lulus uji kelayakan jalan.***



