POJOKSATU.id - Penyebab kematian Hamka Rusdi (50) bos travel umroh yang ditemukan membusuk di Koja bersama anaknya masih terus diselidiki.

Hamka, bos travel umroh ditemukan tewas membusuk dengan anak keduanya, AQ, yang masih berusia 2 tahun.

Meski begitu polisi masih belum mengetahui persis penyebab kematian ayah dan anak tersebut.

Baca Juga: Soal Gangguan Pengamanan Pemilu 2024, Densus 88 Sebut Ada 59 Teroris Diamankan se Indonesia

Kini penyidik membuka kemungkinan dan dugaan bahwa korban menderita sakit atau keracunan.

Karena itu penyidik menggandeng berbagai pihak untuk menguak penyebab kematian ayah dan anak yang membusuk di dalam rumah tersebut.

Mulai dari tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System atau Inafis, tim hispatologi forensik, toksikologi forensik, hingga psikologi forensik.

Baca Juga: Marak Pembuatan Pelat Palsu, Siap-siap Semua Bengkel Bakal Diburu Polisi

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Iver Son Manossoh menyebut, pelibatan tim hispatologi forensik ini dipandang penting.

"Ada tidak kemungkinan-kemungkinan penyakit, korban mengalami suatu penyakit," ujar dia kepada wartawan, Selasa 31 Oktober 2023.

Sementara pelibatan tim toksikologi forensik dilibatkan untuk memastikan apakah korban keracunan zat tertentu.

Baca Juga: Golden Disc Awards ke-38 Digelar di Jakarta, Daftar Line Up Idol K-Pop yang Bakal Tampil Paling Dinanti

"Ahli toksikologi forensik juga kami pandang perlu guna mengindentifikasi adanya unsur-unsur keracunan obat-obat keras yang berhubungan dengan kematian almarhum," jelas Iver.

Sedangkan untuk Asosiasi Psikologi Forensik, dilibatkan untuk melakukan identifikasi secara psikologis terhadap para korban.

Iver juga menyatakan tidak menutup kemungkinan penyidik akan melakukan oleh TKP secara berulang.

Hal ini untuk benar-benar memastikan tidak ada yang terlewat oleh penyidik untuk menguak tabir misteri kasus ini.

Baca Juga: Siswa SDN 09 Jatimulya Bekasi Sudah Lama Sasaran Perundungan Kawan-kawanya, Kini Kaki Harus Diamputasi

"Misalnya ada kebutuhan observasi TKP oleh tim Asosiasi Psikologi Forensik, kami sangat mungkin akan kembali lagi melalukan olah TKP kembali bersama Apsifor guna melakukan observasi TKP," jelasnya.

Sebelumnya, fakta bahwa Hamka dan istrinya yang berinisial NP mengeluhkan diare diungkap tetangga samping rumah korban, Dila.

Dila menceritakan saat itu warung kelontongnya didatangi Hamka yang menanyakan soal obat diare dan sakit kepala.

Baca Juga: Banjir Kritikan usai Kedapatan Postingan Gal Gadot 'Pro Israel', Tarra Budiman Batasi Kolom Komentar

Setelah Hamka, giliran NP yang mendatangi warun Dila dan bertanya soal obat diare.

Menurut Dila, kedatangan Hamka dan NP yang tak berbarengan tapi menanyakan hal yang sama itu terjadi sekitar 10 hari sebelum penemuan jenazah.

Akan tetapi obat diare yang diinginkan Hamka dan istrinya itu tidak tersedia di warung Dila.***