POJOKSATU.id, Samarinda - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur Ir Seno Aji dan Wali Kota Andi Harun menghadiri prosesi pemakaman istri Gubernur Isran Noor, Hj Norbaiti binti Amlan Tasin di rumah duka Jalan Kemangi Nomor 21, Samarinda, pada Kamis (25/5/2023).
Pada kesempatan tersebut, Ir Seno Aji sebagai salah satu perwakilan legislatif, mengucapkan rasa bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya istri orang nomor satu di Bumi Etam ini.
"Kami atas nama pimpinan DPRD Kaltim mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, kami turut berduka atas meninggalnya istri pak Gubernur. Beliau orang yang sangat baik dan selalu memberikan tanggapan positif bagi kami legislatif," kata Seno.
Politikus Gerindra Dapil Kutai Kartanegara ini mengaku, sudah mengetahui kondisi kritis Hj Norbaiti sejak 3 hari lalu dan menerima kabar meninggalnya malam kemarin, sekitar pukul 21.40 WITA.
Baca Juga: Hadiri Pemakaman Istri Gubernur, Sekretaris DPRD Kaltim Norhayati: Beliau Panutan dan Teladan Perempuan di Kaltim
"Kami mendapatkan informasi beliau koma dan kritis 3 hari lalu, sehingga kami sudah tahu sejak lama. Kami terus berdoa untuk kesembuhan beliau, tapi Allah berkehendak lain. Mudah-mudahan ini jalan terbaik bagi beliau. Semoga beliau khusnul khotimah," jelasnya.
Di tempat yang sama, Wali Kota Andi Harun merasa kehilangan sosok tokoh perempuan terbaik di Kaltim. Menurutnya, banyak jejak teladan yang telah ditorehkan Hj Norbaiti selama ini.
"Semoga semua hal positif yang dilakukan ibu Norbaiti menjadi kenangan yang indah bagi segenap warga Kaltim khususnya Kota Samarinda. Semoga Pak Isran dan seluruh keluarga besar senantiasa memberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan," terangnya.
Orang nomor satu Kota Samarinda ini sedikit memberikan pesan pada semua masyarakat, bahwasanya kita semua akan kembali dan berpulang kepada Allah swt.
Harapannya, semua yang melayat dan bertakziah pada hari ini dapat mengambil pelajaran bahwa hidup di dunia itu fana. Maka gunakan waktu sebaik mungkin untuk hal positif.
"Kita akan berpulang, mungkin hanya beda tempat, waktu dan sebab kejadian. Jadikan ini sebagai momentum untuk kita bisa selamat dalam hidup, mari memperbanyak kebaikan agar menjadi bekal untuk mendapatkan tempat terbaik disisi Tuhan Yang Maha Esa," paparnya. (*/pojoksatu)



