POJOKSATU.id, JAKARTA—Di tengah hebohnya penangkapan hacker Bjorka, ternyata ada beberapa akun di laman X memakai nama Bjorka.
Akun Bjorka dengan nama @bjorkanismx malah mengunggah postingan terbaru pada Jumat pagi (3/10) dengan nada mengejek.
“LOL,” ujar akun yang memiliki pengikut sebanyak 7.162 orang ini.
Sementara akun Bjorka yang lain @bjorkanesiaa, belum menunjukkan aktivitas terbaru. Akun ini memiliki 1.607 pengikut. Akun ini terakhir mengunggah pada 25 September 2022 lalu.
Baca Juga: Hanya Sampai 5 Oktober! BTN Buka Lowongan Officer Development Program, Segera Daftar
Sementara akun Bjorka lain @bjorkaisme, memiliki 428 pengikut dan terakhir melakukan postingan pada 18 September 2024 lalu.
“gm@DitjenPajakRI,”kata pemilik akun @bjorkaisme yang belum diketahui identitas aslinya ini.
Akun Bjorka lainnya @BYORKA14, melakukan postingan terakhir pada 19 September 2022.
Total ada 9 akun yang menamakan dirinya Bjorka di laman X dan belum diketahui pemilik akun yang mana yang ditangkap polisi.
Baca Juga: Sosok Hacker Bjorka yang Fenomenal Ternyata Tak Lulus SMK, Usia 22 Tahun, Mungkinkah
Di laman Instagram juga ada banyak akun Bjorka, terhitung ada lima akun yang mengatasnamakan Bjorka.
Sosok Bjorka Ditangkap
Sosok hacker Bjorka yang fenomenal melakukan peretasan data pejabat mulai Presiden ketujuh Jokowi hingga mantan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, ditangkap.
Sosok hacker yang mengguncang Indonesia sejak 2022 lalu ini ternyata tak lulus SMK alias pengangguran. Usianya masih muda, tempat tinggalnya di kampung, jauh dari Jakarta.
Pelaku WFT ditangkap pada Selasa (23/9/2025) di Desa Totolan, Kec Kakas Barat, Kab Minahasa, Sulawesi Utara.
Padahal deretan kontroversi atau hasil kerja fenomenal hacker ini telah membuat cemas pejabat dan publik di Indonesia sejak beberapa tahun lalu.
Kasubdit IV Ditres Siber Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya mengatakan pria berinisial WFT yang diduga Bjorka bukan seorang ahli IT dan tidak lulus SMK.
“
Jadi yang bersangkutan ini bukan ahli IT, jadi hanya orang yang tidak lulus SMK. Namun, sehari-hari secara ototidak dia selalu mempelajari IT. Dia mempelajari IT melalui komunitas-komunitas media sosial,” ujar AKBP Herman di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (2/10/2025).***




