POJOKSATU.id, JAKARTA-- Puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) berjaga di Kantor PBNU Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (30/11/2025).
Mereka berjaga di tengah kisruh yang mendera PBNU yang mengerucut pada perseteruan antara Gus Yahya vs Gus Ipul.
Dimana pada perkembangannya, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dipecat Rais Aam KH Miftahul Akhyar, sementara Gus Yahya mengganti Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Pasukan Banser yang berjaga di kantor PBNU ini terlihat dari mulai area depan gerbang, pelataran, hingga pintu masuk gedung dipenuhi pasukan loreng khas seragam Banser.
Baca Juga: Akhir Tahun, Bansos Melejit Pemerintah Jadwalkan Salur Bantuan ke Jutaan KPM pada Desember
Salah satu anggota Banser, M Rifai mengaku penjagaan ini sudah berlangsung selama satu pekan terakhir, tak lama setelah desakan kabar desakan mundur kepada Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.
"Untuk selama ini, dari pagi sampai menjelang sore ini alhamdulillah aman," kata Rifai dilansir dari RMOL.
Meski sedang diguncang isu panas, Rifai memastikan kantor PBNU dalam kondisi aman dan kondusif. Tidak ada pihak-pihak yang hendak mengambil alih kantor.
Baca Juga: Antara Data Realita Mengawal PIP 2025 agar Dana Bansos Benar-benar untuk Anak Sekolah
Sementara dari luar gedung PBNU, berjejer belasan karangan bunga berisi ucapan selamat atas perombakan struktur pengurus PBNU baru-baru ini.
Gus Yahya Pecat Gus Ipul
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengungkapkan alasan yang melatarbelakangi terjadinya rotasi sejumlah jabatan strategis di tubuh kepengurusan harian Tanfidziyah PBNU.
Gus Yahya menunjuk Amin Said Husni yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PBNU menjadi Sekretaris Jenderal PBNU menggantikan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Gus Yahya mengatakan PBNU saat ini sedang mengalami turbulensi organisasi.
Menurut dia, sejumlah klaster kerja di PBNU tersendat, terutama di lingkungan Sekretariat Jenderal dan kebendaharaan, termasuk terhambatnya pengesahan sejumlah surat keputusan (SK) hingga lebih dari setahun.
Baca Juga: Internet Rakyat Tanpa Sewa Modem Solusi Akses Digital atau Sekadar Wacana?
Gus Yahya menyoroti lebih lanjut kendala pada jabatan Sekjen yang sempat diduduki Gus Ipul.
Gus Ipul saat ini menjabat Menteri Sosial RI di kabinet Prabowo-Gibran.
"Di antara yang kami lihat secara mencolok misalnya adalah klaster Kesekretariatan Jenderal, karena ya kita sangat memaklumi bahwa Sekjen yang kemudian menjadi Menteri Sosial yang sudah setahun ini sejak beliau diangkat menjadi menteri, karena beliau misalnya sama sekali tidak sempat menengok kantor PBNU sama sekali," ungkap Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Menurut dia, meski masih bisa berkoordinasi secara virtual, ketidakhadiran Gus Ipul secara fisik menciptakan banyak kendala.
Misalnya, kata Gus Yahya, ada sejumlah surat keterangan (SK) yang tertunda pengesahannya dan tidak kunjung ditindaklanjuti Sekjen PBNU.
"Walaupun kita bisa berkoordinasi mungkin secara virtual atau mengalami alat-alat komunikasi kita secara online tapi karena beliau (Gus Ipul) tidak hadir secara fisik, ini juga menciptakan banyak kendala karena ini sudah setahun,” katanya.
“Kendala-kendala itu misalnya bahwa ada sekitar, banyak SK yang selama ini sampai setahun tertunda pengesahannya karena berhenti di meja Sekjen misalnya, hal seperti itu terjadi," jelas Gus Yahya lagi.***




