POJOKSATU.id, JAKARTA— Ketua Umum PBNU periode 2022-2027 KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengaku dirinya didukung kiai-kiai NU.
Gus Yahya menyatakan kiai-kiai NU sepakat agar dirinya tetap memimpin PBNU hingga akhir periode 2027 kelak.
Kiai-kiai NU juga disebutnya menyesalkan sikap Syuriah dan Rais Aam PBNU yang memintanya mundur dari kursi ketum.
Gus Yahya menggelar pertemuan dengan sejumlah kiai NU di Gedung PBNU, Jakarta, Minggu (23/11/2025).
Baca Juga: Gelap Mata Cemburu Buta Alex Iskandar, Arum Harus Menanggung Derita Kehilangan Suami Anak Sekaligus
Pertemuan ini diinisiasi Yahya untuk berdialog mengenai sejumlah isu, termasuk desakan agar dirinya mundur.
"Pertemuan ini inisiatif yang saya wakili dengan mengundang kiai-kiai, karena kami ingin mendapatkan masukan dan nasihat terkait situasi yang sedang terjadi ini," kata Gus Yahya, Senin (24/11).
Dia mengatakan Syuriah PBNU tidak memiliki dasar aturan untuk memintanya mundur. Menurutnya, pencopotan pengurus, termasuk pimpinan, harus dilakukan sesuai mekanisme dalam AD/ART PBNU.
Baca Juga: Jembatan Penghubung Lima Kampung di Lebak Ambruk Usai Diguyur Hujan Deras
Yahya menjelaskan, risalah yang dikeluarkan Syuriah PBNU hanya mengikat jajaran Syuriah, bukan keseluruhan PBNU.
"Secara umum tidak bisa, karena kiai-kiai ini tidak ada mihak-memihak, karena mereka tunggal. Yang diharapkan dalam silaturahmi malam ini adalah saran dan nasihat," kata Gus Yahya.
"Semuanya (kiai) seragam menyesalkan apa yang terjadi dengan rapat harian Syuriah itu. Dan (terkait) risalah yang dikatakan sebagai sidang, tidak ada pengunduran diri atau pemecatan secara paksa,” katanya.***




