POJOKSATU.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menghadiri kegiatan Malam Anugerah LPTNU 2026 sebagai pembicara kunci.
Acara yang berlangsung di UNUSA, Surabaya, pada Selasa (10/3/2026) tersebut merupakan bentuk apresiasi bagi civitas akademika berprestasi di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama.
Dalam forum tersebut, fokus utama pembahasan mengarah pada upaya pemerintah dalam menangani kelompok masyarakat miskin yang sering kali terabaikan oleh sistem.
Pemerintah saat ini tengah menitikberatkan kebijakan pada kelompok yang disebut sebagai masyarakat tidak terlihat atau the invisible people.
Baca Juga: Kemensos Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Sigi dan Lombok Tengah!
Fenomena ini merujuk pada individu atau keluarga yang meski berada di tengah keramaian desa maupun kota besar, kondisi kesulitan ekonominya sering kali luput dari pantauan.
Kelompok ini umumnya terjebak dalam rantai kemiskinan antargenerasi yang sulit diputus tanpa intervensi yang tepat.
Salah satu tantangan besar dalam penanganan masalah ini adalah adanya ego sektoral terkait pengelolaan data di berbagai instansi.
Selama ini, perbedaan basis data antar kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah dinilai menghambat efektivitas penyaluran bantuan.
Baca Juga: Paket Sembako Untuk 1500 KPM Telah Dibagikan di Daerah Ini, Kamu Dapat?
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah menyatukan berbagai sumber informasi melalui Instruksi Presiden Nomor 4 ke dalam satu sistem terpadu yang dikenal sebagai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sinergi antara Kementerian Sosial, BPS, serta pemerintah daerah dalam setahun terakhir bertujuan memastikan seluruh program sosial memiliki rujukan yang seragam.
Keberadaan data tunggal ini memungkinkan pembagian peran yang lebih jelas antara pusat, daerah, dan partisipasi masyarakat.
Sebagai langkah konkret, pemerintah memperkenalkan inisiatif Sekolah Rakyat untuk menjalankan amanat undang-undang dalam memelihara kelompok fakir miskin secara terarah.
Ke depannya, program Sekolah Rakyat akan membuka ruang bagi pihak swasta untuk turut berkontribusi.
Harapan besarnya adalah agar generasi muda dari keluarga prasejahtera mendapatkan pendidikan dan pendampingan yang layak sehingga mereka mampu menjadi agen perubahan dan tidak kembali terperosok dalam lingkaran kemiskinan yang sama.
Acara Malam Anugerah LPTNU 2026 ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Rektor UNUSA Prof. Dr. Tri Yogi Yuwono, Ketua LPTNU Prof. Dr. Ainun Na’im, dan Prof. Mohammad Nuh yang menerima penghargaan pengabdian sepanjang hayat.
Berbagai apresiasi diberikan kepada para ilmuwan, dosen, staf, hingga mahasiswa yang dinilai memberikan dampak signifikan baik di bidang ilmiah maupun pengabdian masyarakat.***




