POJOKSATU.id — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan arahan kepada Kepala Sekolah Rakyat tahap 1C melalui audiensi daring. Pertemuan itu juga diikuti peserta tahap 1A dan 1B.
Dalam arahannya, Gus Ipul menekankan sejumlah hal penting yang harus segera dijalankan.
Ia meminta kepala sekolah memastikan kesiapan fasilitas dasar seperti asrama, listrik, air, hingga ketersediaan tenaga pendidik dan kependidikan.
Selain itu, koordinasi dengan puskesmas, rumah sakit, aparat TNI/Polri, serta tokoh masyarakat lokal juga menjadi perhatian utama.
Ia mengingatkan bahwa pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) wajib mengacu pada pedoman resmi.
Baca Juga: Orang Tua Siswi yang Ancam Penjarakan Guru SMAN 1 Kupang Ternyata Diduga Satpol PP di NTT
"Kepala sekolah adalah pemimpin tertinggi. Fokus kita mencari solusi melalui koordinasi dan kolaborasi. Jangan memperpanjang masalah, tetapi segera ambil langkah konkret untuk menyelesaikannya," kata Gus Ipul.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan adanya tiga larangan besar di Sekolah Rakyat, yakni perundungan atau bullying, kekerasan fisik dan seksual, serta praktik intoleransi.
Menurutnya, ketiganya tidak bisa ditoleransi karena termasuk pelanggaran serius di dunia pendidikan.
Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program strategis pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan.
Konsep yang diusung adalah memuliakan wong cilik, menjangkau masyarakat yang belum terjangkau, dan membuka peluang yang sebelumnya dianggap mustahil.
"Ini bukan hanya sekadar sekolah untuk anak-anak, tapi juga wadah pemberdayaan bagi orang tua, perbaikan kondisi keluarga, serta akses ke layanan kesehatan. Semua siswa pun akan mendapat makanan bergizi gratis setiap hari," ujarnya.
Baca Juga: Gubernur Dedi Ultimatum Pemkot Bandung, Target Kota Geulis Harus Tercapai 2027
Proses penerimaan siswa tidak melalui tes akademik, melainkan pemeriksaan kesehatan, pencatatan rekam medis, serta DNA Talent Mapping.
Dari hasil pemetaan, minat siswa terbagi dalam berbagai bidang. Mulai dari STEM, sosial, hingga bahasa.
Potensi itu nantinya akan dikembangkan sesuai bakat masing-masing.
Sebagian besar lulusan Sekolah Rakyat diproyeksikan berkarier di bidang teknik dan kesehatan, sementara lainnya diarahkan ke bidang hukum, bahasa, maupun profesi lain.
Pemerintah menegaskan lulusan sekolah ini tidak boleh berhenti di jenjang menengah, tetapi harus melanjutkan ke perguruan tinggi atau dunia kerja.
"Kita tidak boleh berhenti di bangku SMA. Semua lulusan harus diarahkan untuk kuliah atau bekerja sesuai hasil DNA Talent Mapping mereka. Inilah hilirisasi Sekolah Rakyat," tegasnya.
Baca Juga: Disuruh Guru Keluar Kelas Gegara Bikin Gaduh, Siswi SMAN 1 Kupang: Kau Mau Apa?
Menutup arahannya, Gus Ipul mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah, kedisiplinan di asrama, serta memanfaatkan panduan resmi Kemensos yang tersedia di kanal digital.
"Masalah akan ada setiap hari, tetapi kuncinya bagaimana kita menyelesaikannya dengan koordinasi dan kerja sama. Ingat tiga kunci Sekolah Rakyat: memuliakan wong cilik, menjangkau yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin," pungkasnya.
Dalam audiensi tersebut, hadir pula Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Staf Khusus Menteri Andi, Plt. Kepala Pusdatin Joko, serta Direktur Linjamsos Faisal.***
Silakan beri tanggapan di kolom komentar dan bantu sebar informasi ini.
Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami (buat link hidup):
Versi Android
Versi iOS
Channel WhatsApp
Fanpage Edugov
Baca artikel menarik lainnya dari penulis: Salsabila Azahra




