POJOKSATU.ID - Suasana haru menyelimuti RS Yarsi, Cempaka Putih, Sabtu 8 November 2025, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul.

Datang menjenguk korban ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta yang tengah dirawat intensif.

Kedatangannya menjadi bentuk nyata kehadiran negara di tengah kepedihan para korban dan keluarga.

“Kami ingin memastikan semua korban tertangani dengan baik. Negara tidak akan meninggalkan mereka,” ujar Gus Ipul, dikutip dari Kumparan, Sabtu 8 November 2025.

Baca Juga: Ini Daftar Wilayah dengan UMK Terbesar di Magang Nasional Batch 2, Simak Penjelasannya!

Ledakan yang terjadi di Masjid sekolah pada Jumat siang 7 November 2025 itu mengakibatkan sedikitnya 29 orang luka-luka, terdiri dari siswa, guru, dan tenaga pendidik.

Sebagian besar mengalami luka dan trauma akibat ledakan yang terjadi saat itu.

Dalam kunjungannya, Gus Ipul didampingi sejumlah pejabat Kementerian Sosial.

Ia menyapa satu per satu korban yang masih menjalani perawatan.

Baca Juga: Persaingan Magang Nasional 80.000 Kuota! Tiga Wilayah Ini Jadi Arena Perang Fresh Graduate Rebutan Gaji UMK, Daerah Anda Termasuk?

Beberapa siswa terlihat tersenyum kecil saat sang menteri menyemangati mereka untuk segera pulih dan kembali bersekolah.

Kementerian Sosial memastikan seluruh korban mendapat dukungan psikososial.

Pasca kejadian, pemerintah pusat dan daerah langsung berkoordinasi untuk mempercepat penanganan korban.

Tim pendamping terdiri dari psikolog anak, pekerja sosial, dan relawan Tagana yang sudah dilatih menangani trauma pascabencana.

Mereka membantu korban dan keluarga agar bisa kembali stabil secara emosional.

Tragedi ini langsung memantik empati publik. Sejak pagi usai kejadian, warga sekitar, alumni sekolah.

Dan komunitas pendidikan ramai mengirimkan bantuan makanan, pakaian, hingga dukungan moral bagi para korban.

Respons cepat pemerintah diapresiasi banyak pihak.

Baca Juga: Sinyal PPPK Jadi PNS Makin Kuat, DPR Bahtra Banong, Ini Waktunya Pemerintah Ambil Langkah!

Dalam waktu kurang dari 24 jam, koordinasi lintas lembaga dilakukan.

Mulai dari Kementerian Sosial, Dinas Pendidikan, hingga kepolisian.

Langkah tanggap darurat itu dinilai menunjukkan fungsi negara yang hadir bukan sekadar memberi instruksi, tapi benar-benar turun tangan secara manusiawi.

Para korban luka akibat insiden tersebut telah dievakuasi ke dua rumah sakit, yakni RS Islam Cempaka Putih dan RS Yarsi.

Baca Juga: Antasari Azhar Wafat, Akhir Perjalanan Sang Penegak Hukum, Jejak Antasari Azhar di KPK Penuh Cerita

Hingga saat ini, pihak RS Yarsi melaporkan bahwa enam korban tengah menjalani perawatan observasi.

Sementara satu korban lainnya sedang menjalani operasi akibat luka serius di bagian perut.

Prosedur medis terus dilakukan untuk memastikan kondisi korban stabil dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Menurut penjelasan pihak rumah sakit, sebagian besar korban mengalami cedera kategori yellow zone.

Yaitu luka yang tidak mengancam jiwa, namun memerlukan perawatan segera.

Beberapa di antaranya mengalami gangguan pendengaran sementara akibat efek trauma dan kebisingan di lokasi kejadian.

Tim medis juga terus memantau kondisi psikologis para korban, mengingat sebagian besar masih dalam keadaan shock setelah peristiwa tersebut.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait motif pelaku yang diduga merupakan seorang siswa dari SMAN 72.

Baca Juga: Resmi Naik! Ini Rincian Gaji PPPK 2025 Berdasarkan Perpres Terbaru

Aparat tengah mengumpulkan keterangan dari saksi dan melakukan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan kronologi peristiwa serta latar belakang tindakan pelaku.

Proses investigasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada publik mengenai penyebab insiden.

Sekaligus memastikan langkah hukum yang tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Keluarga korban menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah dan masyarakat.

Di tengah duka, mereka menemukan secercah harapan bahwa anak-anak mereka tidak berjuang sendirian.