POJOKSATU.id, SULAWESI - Gunung Ruang yang terletak di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara kembali erupsi dan meluncurkan abu vulkanik setinggi lima kilometer dari pusat kawah.
Kepala PVMBG, Hendra Gunawan mengatakan erupsi tersebut terjadi pada pagi hari, pukul 08.35 WITA, dengan kolom abu tebal berwarna kelabu hingga hitam yang mengarah ke timur dan selatan.
Sebelumnya pada 30 April 2024, pukul 01.30 WITA, PVMBG telah menaikkan status Gunung Ruang dari siaga menjadi awas seiring dengan peningkatan aktivitas vulkanik dan kegempaan di gunung api tersebut.
Lebih lanjut, PVMBG meminta penduduk di sekitar Gunung Ruang untuk tidak memasuki wilayah radius enam kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Ruang.
Penduduk yang bermukim pada wilayah Pulau Tagulandang yang masuk dalam radius enam kilometer diimbau segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius enam kilometer.
Sepanjang 29 April 2024, tercatat jumlah kegempaan sebanyak 15 kali gempa guguran, 237 kali gempa vulkanik dangkal, 425 kali gempa vulkanik dalam, 25 kali gempa tektonik lokal, dan 6 kali gempa tektonik jauh.
Abu Vulkanik Sampai ke Gorontalo
Erupsi yang terjadi pada Rabu (1/5/2024), berdampak pada aktivitas warga, sehingga PVMBG menghimbau untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan.
Himbauan tersebut juga diteruskan kepada masyarakat Provinsi Gorontalo, antara lain Gorontalo Utara yang berbatasan langsung dengan Sulawesi Utara.
Lebih lanjut, kabut pekat seperti mendung juga sementara melanda Gorontalo Utara dan nampak jelas dari wilayah Kecamatan Kwandang di ibu kota kabupaten itu. Hujan vulkanik mulai turun sekitar pukul 14.00 WITA di daerah pesisir tersebut.
Permukiman di pusat ibu kota kabupaten juga mulai tertutup abu vulkanik. Sebagian warga terlihat mulai membersihkan teras rumah maupun kendaraan yang dimiliki akibat tertutup abu yang mulai menebal.
Prakirawan Meteorologi BMKG Gorontalo Sayid Mahadir mengatakan berdasarkan data citra satelit Himawari, terdapat sebaran abu Gunung Ruang yang sudah memasuki wilayah Provinsi Gorontalo.
Praktisi Kesehatan Gorontalo dr Mohammad Ardiansyah mengimbau, masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik untuk menghindari aktivitas di luar rumah untuk beberapa waktu.
Baca Juga: Jelang Hari Buruh, Polisi Imbau Masyarakat Hindari Sejumlah Jalan Ruas Ini, Agar Tak Terjebak Macet
Tiga Bandata Ditutup
Dampak lain dari erupsinya gunung Ruang adalah, ditutupnya puluhan penerbangan di tiga bandara.
Ribuan calon penumpang gagal terbang dari bandara Sam Ratulangi, Manado akibat abu vulkanis Gunung Ruang.
Selain Bandara Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara, dua bandara lain yang juga ditutup adalah Bandara Djalaluddin di Gorontalo, dan Bandara Naha, Tahuna di Sulawesi Utara (Sulut).
Penutupan itu merupakan langkah pencegahan terhadap dampak erupsi dan penyebaran abu vulkanis dari Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, Sulut.
Khusus Sam Ratulangi, hingga resmi ditutup sementara, ada 38 pesawat dari berbagai maskapai yang batal terbang dengan total 1.745 penumpang.
Dari data yang diperoleh melalui Jawa Pos, terdapat sembilan pesawat di posisi apron. Yakni, dari City link, Super Air Jet, Lion, Batik, Trans Nusa, Trigana, dan tiga pesawat lain dari maskapai Wings.
Baca Juga: Fakta Baru Mengejutkan, Jimin BTS Ternyata Keturunan Bangsawan Korea dari Klan Miryang Park
General Manager PT Angkasa Pura I Maya Damayanti mengatakan, situasi operasional di bandara masih terpantau tertib dan kondusif.
"Kami juga tetap melakukan paper test untuk mengetahui dampak abu vulkanis Gunung Ruang," kata Maya. ***




