POJOKSATU.ID - Kemensos bergerak cepat dalam menangani dampak pasca-bencana dengan menyiapkan skema Bansos Adaptif.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengonfirmasi bahwa total anggaran yang disiapkan untuk pos bantuan ini mencapai lebih dari Rp2 triliun.

Hingga saat ini, seluruh anggaran kedaruratan sebesar hampir Rp100 miliar telah terkirim sepenuhnya.

Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari penyediaan perlengkapan rumah, program pemulihan ekonomi sosial, hingga Jaminan Hidup (Jadup).

Baca Juga: Kemensos Percepat Administrasi Rekening untuk Jutaan Penerima Baru Bansos 2026

Rincian Penyaluran Bantuan Korban Bencana

Bantuan sosial ini dibagi ke dalam beberapa kategori utama untuk memastikan pemulihan masyarakat berjalan efektif:

- Santunan Ahli Waris
Sebanyak Rp14,8 miliar telah disalurkan kepada 990 jiwa. Setiap ahli waris menerima santunan senilai Rp15 juta.

- Bantuan Isi Hunian
Pemerintah menyiapkan dana Rp98,7 miliar bagi 32,9 ribu kepala keluarga.

Masing-masing keluarga mendapatkan bantuan sebesar Rp3 juta untuk mengisi kembali perlengkapan rumah tangga yang rusak.

Baca Juga: FULL SENYUM! Bansos PKH dan Sembako Sudah Mulai Dicairkan di Awal Bulan Ramadan

- Jaminan Hidup (Jadup)
Dana sebesar Rp25,8 miliar siap disalurkan kepada 19,1 ribu jiwa, dengan nilai bantuan sebesar Rp15 ribu per jiwa setiap harinya.

Komitmen kemensos dalam rehabilitasi pasca-bencana sehingga salurkan dana jadup dan santunan kematian bagi ribuan jiwa melalui validasi data nasional.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan akuntabel, Kemensos menerapkan prosedur penyaluran yang ketat melalui koordinasi lintas Lembaga.

Langkah sistematis ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan psikososial dan ekonomi warga yang terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.***