POJOKSATU.id, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap korban demo mencapai 716 orang dari kalangan warga sipil, belum termasuk korban dari aparat TNI Polri.

Demo di Jakarta mulai ricuh dan memakan korban jiwa sejak Kamis (28/8) dan berlangsung ricuh hingga Minggu (31/8).

Seluruh biaya pengobatan dan perawatan ratusan korban demo ini akan ditanggung Pemprov DKI Jakarta.

"Ada 716 orang yang menjadi korban unjuk rasa di luar Polri, di Polri tersendiri," kata Pramono Anung di Balai Kota, Senin (1/9).

Baca Juga: Presiden dan Kapolri Jenguk Anggota Polres Karawang yang Terluka Saat Amankan Demo

"700 lebih tadi semua biaya ditanggung sepenuhnya oleh Pemda DKI Jakarta," ujarnya lagi.

Di sisi lain, Pramono juga menyebut ada 2.829 sekolah di Jakarta menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online imbas aksi demo tersebut.

"Dinas Pendidikan telah memutuskan bahwa ada 2.829 sekolah yang pembelajarannya secara daring (online). Kemudian yang luring 2.439 sekolah. Dan yang hybrid 346 sekolah," ucap dia.

Kebijakan ini diambil agar proses pendidikan tetap berjalan, namun tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan siswa.

Baca Juga: Anggota DPR Fraksi PKB Tak Dapat Sanksi Sosial Meski Berjoget seperti Uya Kuya, Punya 50 Aset Properti Salah Satunya di Australia

"Kenapa ini dilakukan? Karena bagaimana pun supaya proses pendidikan di Jakarta tidak terganggu," kata dia.

Presiden Jenguk Korban di RS Polri

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban demo ricuh di Jakarta yang masih dirawat di RS Polri Kramat Jati hingga Senin (1/9/2025).

Sebanyak 17 korban demo ricuh masih dirawat di RS Polri, dimana 14 orang berasal dari aparat penegak hukum dan 3 orang warga sipil. Sebanyak 13 korban mengalami luka serius.

“Ini ada lebih 43 yang cidera, sebagian besar sudah pulang, sekarang masih 17 ada di sini. Empat belas anggota dan tiga masyarakat,” kata Prabowo.

“Satu adalah perempuan yang mau ke pasar naik motor, dipatahkan pahanya, motornya diambil oleh perusuh,” ujar Prabowo lagi.

Sebagai informasi, aksi demonstrasi di sejumlah titik dimulai sejak Senin (25/8/2025) di Jakarta.

Aksi tersebut kembali terjadi pada Kamis (28/8/2025) oleh para buruh hingga mahasiswa.

Aksi tersebut awalnya kondusif hingga berujung ricuh pada sore hari. Aksi semakin mencekam setelah kejadian yang menimpa ojol Affan Kurniawan (21) yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri.***