POJOKSATU.id, GARUT—Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM) tak keberatan aparat polisi melidik kasus tewasnya 3 warga Garut dalam Pesta Rakyat di alun-alun dan Pendopo Garut.

Pesta makan dan hiburan gratis ini digelar sekaitan pernikahan anak sulung Dedi, Maula Akbar dengan Wabup Garut Putri Karlina yang juga putri Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto.

"Dipersilakan Polres Garut untuk melakukan penyelidikan," kata KDM usai mengunjungi pasien korban Pesta Rakyat di RSUD dr Slamet Garut, Jumat malam (18/7).

Baca Juga: Kapolda Jabar Selidiki Tewasnya 3 Warga di Pesta Rakyat di Pendopo Garut, Segera Pemanggilan

Dedi Mulyadi mengaku tidak tahu ada acara makan gratis di acara pernikahan putranya dengan Wabup Garut ini.

Menurutnya, sebagai orang tua dari kedua mempelai dalam acara tersebut, dia mempersilakan Kepolisian untuk mengungkap siapa yang harus bertanggung jawab atas tewasnya tiga warga.

Selain tiga warga yang meninggal, sebanyak 21 warga juga dilarikan ke rumah sakit karena mengalami cedera.

Ia mengatakan, insiden ini menjadi pelajaran dan harus ada yang bertanggung jawab.

Baca Juga: Profil Kajari Madina M Iqbal Digarap KPK Buntut OTT Dugaan Korupsi PUPR Sumut, Usianya 45 Tahun

Sementara Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto mengatakan kepolisian sebelumnya sudah melakukan persiapan dengan menggelar apel gabungan dari unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan juga Brimob untuk melakukan pengamanan.

Personel gabungan yang berjumlah 400 orang disebar ke sejumlah titik untuk mengamankan lokasi dan juga masyarakat yang datang ke acara.

Kapolres belum dapat menjelaskan soal unsur kelalaian dalam kasus ini. Namun kondisi di lapangan, warga sangat antusias datang ke lokasi tersebut.

Diketahui, makan bersama dan panggung hiburan di Pendopo dan Alun-Alun Garut, berakhir ricuh ketika warga berebut masuk gerbang pendopo untuk mengambil makanan yang disediakan secara gratis.

Tiga orang meninggal dalam peristiwa ini, dimana ada anak usia delapan tahun Vania Aprilia warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

Kemudian Dewi Jubaeda (61) seorang ibu rumah tangga dan seorang anggota Polres Garut Bripka Cecep Saeful Bahri (39).***