POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus ledakan amunisi di kawasan Garut, Jawa Barat tengah ramai jadi perhatian publik.

Seperti diketahui, sebanyak 13 orang disebut telah menjadi korban dalam insiden pemusnahan amunisi.

Tidak heran, kejadian ini turut ditanggapi langsung oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Kronologi Kasus Siswa SD di Situbondo Nyaris Tewas Usai Dibakar Temannya, Korban Disiram Cairan Spiritus

Berdasarkan informasi dihimpun, Dedi Mulyadi disebut akan santuni keluarga korban dengan uang sebesar Rp50 juta.

Sebagaimana halnya yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media jpnn.com pada Rabu (14/5/2025).

Dalam artikelnya, santunan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Pemkab Garut Nurdin Yana.

Baca Juga: Starting XI Pemain Gratisan, Kontrak Berakhir Juni 2025: Skuad Mewah dengan Trio Ronaldo, Messi dan Neymar

Nurdin menuturkan bahwa yang memberikan santunan tersebut tidak hanya dari sosok pemimpin Jabar.

Melainkan, dari pihak instasni Polri juga disebut memberikan bantuan bagi keluarga korban yang ditinggalkan.

“Pak Gubernur memberikan sumbangan setiap keluarga itu Rp 50 juta. Kemudian Pak Pangdam dan juga Pak Kapolda,” jelasnya.

Baca Juga: Siapa Fito Ditapradja? Komika Viral Sebut Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Pakai Iket Kepala Mirip Bandana Atta Halilintar

Seperti diketahui, insiden mengenaskan ini dikabarkan bermula saat aparat TNI AD melakukan pemusnahan amunisi pada Senin (12/5/2025) pukul 09.30 WIB.

Yang mana, lokasi tempat pemusnahan amunisi kedaluwarsa itu terjadi di kawasan Desa Sagara, Cibalong, Garut.

Sebelum insiden terjadi, petugas yang menangani proses pemusnahan amunisi tersebut berhasil menjalankannya sesuai operasional.

Baca Juga: Memahami dan Mempelajari IPS Kelas 7 Bab Konektivitas Antar Ruang : Konsep Materk Hingga Pemahaman Dalam Bentuk Soal

Melihat fenomena itu, para warga yang berada di sekitar kejadian berusaha mendekat dan mencoba mengambil serpihan ledakan.

Sebab, para warga yang mendekat itu mengira bahwa serpihan ledakan tersebut bernilai untuk diperdagangkan.

Namun, hal mengenaskan jutru terjadi saat para warga mencoba mengambil serpihan ledakan amunisi tersebut.

Baca Juga: Menjelajahi Dunia IPA Suhu, Kalor, Pemuaian Materi Kelas 7

Yang mana, tiba-tiba ledakan susulan terjadi tidak jauh dari tempat para petugas TNI AD dan warga sipil berkumpul.

Alhasil, mereka yang terkena ledakan itu sontak dilarikan ke rumah sakit terdekat, meski berujung tidak dapat diselamatkan. ***