POJOKSATU.ID, SIMALUNGUN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta semua pihak memperhatikan pelayanan dan fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Perdagangan, Kabupaten Simalungun.
Hal ini dikatakannya saat meninjau RSUD Perdagangan dan kondisi pasar tradisional yang akan direvitalisasi, Senin (3/4/2023).
"Apa yang masih kurang di sini? Apa yang diperlukan untuk memperbaiki pelayanan rumah sakit?. Tolong diperhatikan, mana yang bisa kita perbaiki. Dan jangan main-main kalau untuk kesehatan," ujar Gubernur kepada Bupati Simalungun.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Bupati Simalungun Radiapoh Sinaga dan Wakil Bupati Simalungun Zonny Waldi melihat situasi pelayanan dan kondisi fasilitas RSUD Perdagangan, berikut tenaga kesehatan yang melayani pasien. Terutama jumlah dokter untuk masalah kesehatan tertentu.
Kunjungan itu disempatkan Gubernur untuk melihat ke dalam gedung, bagaimana kondisi pasien yang dirawat di RSUD Perdagangan. Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan tugas penting dari pemerintah menghadirkan negara dalam kehidupan masyarakat.
Ia juga meminta agar ditempatkan di RSUD tersebut, dokter spesialis penyakit dalam dan lainnya yang diperlukan. Sehingga warga tidak perlu lagi harus berobat ke kota besar seperti Pematangsiantar atau Medan.
Usai meninjau RSUD, Gubernur juga melihat kondisi Pasar Baru Perdagangan yang rencananya akan dilakukan revitalisasi. Dari lokasi, rombongan berdialog dengan para pedagang tentang situasi perekonomian masyarakat sekaligus potensi pertanian di daerah Kabupaten Simalungun.
Menurutnya, ketersediaan komoditi pertanian di Kota Perdagangan masih bisa ditopang oleh pasokan dari Kabupaten Simalungun sendiri. Seperti cabai dan bawang, yang membuat daerah ini masuk kategori surplus.
Bahkan seorang Anggota DPRD Sumut dari Dapil Pematangsiantar-Simalungun Mangapul Purba meminta agar kabupaten ini dipertimbangkan untuk membuka lahan pertanian terpadu atau food estate, seperti daerah lainnya.
"Tetapi yang penting juga, disiapkan skema produksi hilirisasi. Karena tak mungkin semua ini habis dijual untuk dikonsumsi rumah tangga. Agar bisa diolah menjadi produk pangan tahan lama seperti saos," jelasnya.
Usai meninjau pasar, Gubernur pun melanjutkan kunjungan melihat kondisi pembanguan infrastruktur di kawasan tersebut. Turut mendampingi Kepala BKAD Ismael Sinaga, Kepala BPBD Tuahta Saragih, Kadis Pariwisata Zumry Sulthoni dan pejabat lainnya. (TIK/pojoksatu)
BACA JUGA: Butuh SDM Siap Pakai, Pemprov Sumut Bangun SMK di Bandar Simalungun




