POJOKSATU.id, ACEH—Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjemput langsung warga Jabar yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera ke Banda Aceh.

Gubernur yang akrab disapa KDM ini terlihat bersua dengan warga Jabar di Banda Aceh dalam suasana ceria.

Mereka sudah dibelikan tiket pesawat oleh KDM dan juga diberikan uang saku sebesar Rp 2 juta per orang untuk dibawa pulang ke rumah.

“Semangat selalu warga Aceh. Warga Jawa Barat yang terjebak bencana di Aceh pun segera kita pulangkan,” kata Dedi Mulyadi dalam keterangan unggahan videonya, Kamis (11/12).

Baca Juga: Tak Ada Pelayanan Kesehatan, Posko Gerakan Anak Negeri Diserbu Ratusan Warga Gunung Kelambu Tapanuli Tengah

Dedi menyebut, warga Jabar yang bekerja di Aceh ini membangun sebuah markas tentara.

“Ini saya sudah berada di Banda Aceh. Ini warga Jabar yang dulu kerja di Aceh Tengah membangun Batalyon 854,” katanya.

Namun disebabkan adanya bencana banjir dan longsor akhirnya tidak bisa gajian dan tidak bisa pulang ke Jawa Barat. Lalu para pekerja ini bertemu dengan warga Sukabumi yang menjadi relawan bencana di Aceh.

“Ini mereka sudah punya tiket untuk pulang. Jumlahnya sekarang yang bisa pulang 47 orang, sudah bertiket semuanya,” kata Dedi dalam videonya.

Baca Juga: Klarifikasi Resmi BNPB Sebut Bukan Truk Kami!, Begini Fakta di Balik Insiden Pembakaran Truk Aceh Utara

Selama berada di Aceh ketika berada di pengungsian, Dedi Mulyadi juga memberikan uang kepada mereka sebagai biaya makan yaitu Rp 18 juta.

“Kita nyari warga Jabar lainnya. Masih ada pasti,” ujar Dedi lagi.

Berita sebelumnya, Pemprov Jabar menyatakan kesiapan untuk menolong dan memulangkan warganya yang kini berada dalam situasi darurat setelah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Dedi Mulyadi meminta warga Jabar di tiga provinsi ini untuk aktif melapor atau membagikan kondisi terkini melalui media sosial tanpa ragu.

“Warga Jawa Barat yang terdampak, jangan ragu mem-posting kondisinya. Kami siap membantu agar bisa pulang ke Jabar,” ujar Dedi Mulyadi dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat mengumumkan bahwa proses penjemputan dan pemulangan mereka ke kediaman masing-masing dijadwalkan pada Kamis, 11 Desember 2025.***