POJOKSATU.ID - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem meminta pemerintah pusat memberikan tindakan tegas kepada para pedagang sembako yang menaikkan harga secara tidak wajar selama masa bencana.
Hal itu disampaikan langsung dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Lanud Sultan Iskandar Muda, Minggu (7/12). dilansir inilah.com
Menurut Mualem, sejumlah kebutuhan pokok di Aceh melonjak tajam setelah banjir besar melanda berbagai wilayah.
Baca Juga: 13 ASN DIPECAT SEKALIGUS! Zudan Ketok Palu Tanpa Ampun, Ini Daftar Pelanggarannya!
Salah satu contoh yang ia sebutkan adalah harga telur yang naik drastis dan menyulitkan masyarakat yang sedang berjuang pulih dari dampak bencana.
Ia menilai kondisi tersebut tidak seharusnya terjadi ketika warga sedang berada dalam situasi darurat dan sangat membutuhkan stabilitas harga.
Dalam rapat tersebut, Mualem meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyusun aturan yang membatasi kenaikan harga sembako.
Menurutnya, pemerintah harus hadir untuk mencegah praktik “suka-suka” yang dilakukan sebagian pedagang yang memanfaatkan situasi bencana sebagai kesempatan untuk meraih keuntungan lebih.
“Kenaikan harga yang tidak terkendali benar-benar memberatkan masyarakat. Jangan ada pedagang yang menaikkan harga sesuka hati,” tegas Mualem.
Ia juga menegaskan bahwa kebijakan penertiban harga tidak hanya berlaku untuk pedagang pasar tradisional, tetapi juga bagi toko modern dan minimarket.
Baca Juga: AWAS! Jam Kerja Baru ASN Jatim 2026 Resmi Jalan, Telat Sedikit Bisa Kena Potong Tamsil!
Menurutnya, semua pelaku usaha harus tunduk pada aturan agar harga tetap stabil selama masa tanggap darurat.
Mualem mengatakan bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok justru berpotensi memperlambat pemulihan warga yang sudah kehilangan rumah, harta benda, dan sumber penghidupan.
Dalam situasi sulit seperti ini, kata dia, negara harus hadir untuk memastikan masyarakat dapat membeli kebutuhan dasar dengan harga yang terjangkau.
Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Dukung Program Motor Gratis Angkutan Nataru 2025/2026
Selain menyoroti kenaikan harga sembako, Mualem juga menyampaikan laporan terkait kebutuhan mendesak di lapangan, yakni obat-obatan, pakaian layak pakai, alat ibadah, hingga ketersediaan gas 3 kilogram untuk dapur umum.
Kebutuhan itu terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pengungsi dan wilayah terdampak.
Ia berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga sembako di Aceh.
Mualem juga meminta agar operasi pasar, pengawasan distribusi, dan penindakan pedagang nakal segera diperkuat agar situasi tidak semakin membebani warga.
Rapat terbatas tersebut menjadi salah satu forum penting untuk menyinkronkan kebijakan pusat dan daerah dalam menangani dampak banjir besar yang melanda Aceh dan sekitarnya.
Pemerintah saat ini terus bekerja mempercepat penyaluran bantuan, pemeriksaan kesehatan pengungsi, serta pemulihan infrastruktur dasar.
Dengan adanya perhatian khusus terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok, Mualem berharap warga Aceh dapat melalui masa pemulihan dengan lebih ringan tanpa harus menghadapi lonjakan biaya hidup yang tidak semestinya terjadi.***




