POJOKSATU.ID - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem menegaskan.

Bahwa seluruh bantuan dari luar negeri untuk warga terdampak banjir telah masuk dan tersalurkan tanpa hambatan.

Hal itu ia sampaikan pada Minggu (7/12/2025) malam saat memberikan laporan dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto. Dilansir dari Kompas.com

Baca Juga: Viral Tabel Bantuan Kementan Rp73 M, Netizen Bingung Sebut Kok Bisa Jadi Rp60 Ribu per Kilo?

Mualem menyebut sejumlah bantuan dari relasi dan lembaga internasional sudah tiba dan langsung digunakan untuk mendukung kebutuhan darurat warga.

Di antaranya, bantuan obat-obatan dari kenalan Mualem di Malaysia yang telah dibagikan ke berbagai titik pengungsian.

Ia juga memastikan tambahan tiga ton obat akan dikirimkan pada Rabu (10/12/2025) bersama tim medis dari negeri jiran tersebut.

Baca Juga: Viral! Bencana Belum Pulih, Muncul Skandal Baru? Harga Beras di Tabel Bantuan Kementan Dipertanyakan

Selain Malaysia, Aceh juga menerima bantuan dari pihak lain, termasuk tim pendeteksi mayat asal China yang kini bekerja di kawasan terdampak lumpur tebal.

Mereka membantu proses pencarian dan identifikasi korban yang masih tertimbun material banjir dan longsor.

Menanggapi kabar yang sempat beredar bahwa Aceh mempersulit masuknya bantuan asing, Mualem membantah dengan tegas.

Baca Juga: Pemerintah Didesak Demokrat Agar Tidak Gengsi Meminta Bantuan Pada Negara Luar Untuk Mengatasi Bencan Sumatera

Ia memastikan bahwa seluruh jalur administrasi telah dibuka dan setiap bantuan diterima tanpa hambatan.

“Semuanya sudah saya cek, tidak ada masalah, semuanya lancar. Mereka tolong kita, masak kita persulit, kan bodoh,” tegasnya.

Dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo, Mualem juga melaporkan bahwa kebutuhan paling mendesak di lapangan saat ini meliputi obat-obatan, pakaian, alat ibadah, serta gas 3 kilogram untuk dapur umum yang digunakan melayani ribuan pengungsi.

Baca Juga: Katanya Bonus, Tapi Kok Berat? TPG 100 Persen Justru Turun Seperti Sanksi untuk Guru

Ia menekankan perlunya distribusi cepat ke lokasi-lokasi yang aksesnya sulit akibat kerusakan infrastruktur.

Pemerintah Aceh bersama tim BNPB terus memperkuat koordinasi agar bantuan logistik dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak.

Banyak titik yang masih sulit ditembus karena jembatan dan jalan putus, sehingga penyaluran bantuan harus dilakukan melalui jalur alternatif, termasuk menggunakan kendaraan taktis dan perahu.

Baca Juga: Bisa Dipecat Kapan Saja! Honorer Kesehatan Terancam Tak Bergaji, DPRD Dorong CSR Jadi Jalan Terakhir

Kehadiran tim asing dinilai mempercepat proses penanganan di lapangan, terutama dalam operasi pencarian korban yang membutuhkan peralatan khusus.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa Aceh bersikap terbuka terhadap bantuan apa pun selama bertujuan meringankan beban masyarakat.

Di tengah meningkatnya kebutuhan warga dan proses evakuasi yang masih berlangsung, Mualem meminta pemerintah pusat memberikan dukungan penuh agar penanganan dapat berjalan maksimal.

Ia menegaskan Aceh tidak akan menolak bantuan dari pihak mana pun selama prosedurnya jelas dan bermanfaat bagi warga yang terdampak bencana besar ini.

Baca Juga: Mualem Panas! Aceh Tidak Pernah Halangi Bantuan Asing, Jangan Jadi Penghambat Penyelamatan Warga!

Dengan tambahan suplai obat-obatan dan kehadiran tim medis dari luar negeri, diharapkan pelayanan kesehatan darurat semakin optimal untuk menekan risiko penyakit di pengungsian.

Pemerintah daerah kini fokus memastikan distribusi bantuan merata serta memperkuat layanan dasar bagi ribuan warga yang masih bertahan di tenda-tenda sementara.***