POJOKSATU.ID - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, meluapkan kekecewaannya terhadap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Terkait penanganan banjir besar yang melanda Aceh, khususnya Aceh Tamiang.
Menurutnya, respons BNPB pada hari-hari awal bencana berjalan lambat dan menyebabkan korban di jalur utama Langsa–Aceh Tamiang terus bertambah.
Baca Juga: Presiden Tiba di Aceh Kedua Kalinya Usai 2 Pekan Bencana Banjir Sumatera, Disambut Pelukan Mualem
Pernyataan tersebut disampaikan Mualem saat rapat penanganan banjir dan longsor yang digelar di Lanud Sultan Iskandar Muda, Jumat (5/12/2025). dilansir dari inilah.com
Dalam forum tersebut, ia menyoroti masalah teknis hingga kendala di lapangan yang menurutnya sangat mempengaruhi efektivitas penyelamatan warga.
Mualem menyebut sejumlah peralatan yang dibawa BNPB, termasuk boat penyelamat, tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Kondisi ini membuat proses evakuasi pada hari pertama terkendala dan bergerak sangat lambat.
“Boat BNPB tidak digunakan untuk mengevakuasi warga pada hari pertama banjir,” ujarnya dalam rapat tersebut.
Menurutnya, ketidaksiapan ini berdampak luas di lapangan. Banyak warga yang terjebak di rumah masing-masing atau di lokasi-lokasi yang terisolasi tanpa pertolongan memadai.
Padahal, menurut Mualem, kondisi banjir di Aceh Tamiang sejak awal sudah menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan.
Baca Juga: Tak Perlu Sarjana! Kemenkeu Buka CPNS 2026 untuk SMA, Ini Jabatan yang Bisa Kamu Pilih
Ia menilai bahwa respons cepat seharusnya menjadi langkah prioritas, terutama pada fase awal bencana.
Minimnya peralatan yang berfungsi membuat proses penyelamatan berlangsung lebih lama dari semestinya, dan itu berimbas pada meningkatnya jumlah korban maupun keterlambatan distribusi bantuan.
Dalam rapat tersebut, Mualem juga menyinggung pentingnya koordinasi lintas instansi agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga: GEGER! Dana Pensiun PPPK Paruh Waktu, UU ASN Resmi Berlaku, Mengapa Mereka Tak Dapat Hak Penuh?
Ia meminta pusat memastikan kesiapan alat dan personal di lapangan sebelum diterjunkan ke daerah terdampak bencana, termasuk Aceh yang saban tahun menghadapi risiko banjir besar.
Mualem menyampaikan bahwa pemerintah daerah sudah berupaya maksimal mengerahkan tenaga dan sumber daya lokal.
Namun tanpa dukungan peralatan yang layak dari BNPB, penanganan awal bencana menjadi tidak efektif.
Baca Juga: Bayi 2 Bulan Hidup-Hidup Terkubur Lumpur, Negara ke Mana Saat Banjir Menerjang?
Ia menegaskan bahwa akses di jalur Langsa–Aceh Tamiang pada hari pertama banjir berada dalam kondisi kritis, sehingga memerlukan bantuan penuh dari pemerintah pusat.
Pernyataan keras Gubernur Aceh ini memicu perhatian publik, terutama warganet yang mengikuti perkembangan situasi banjir Aceh Tamiang sejak pekan lalu.
Banyak yang menilai evaluasi kinerja BNPB penting dilakukan agar penanganan bencana ke depan lebih siap dan responsif.
Hingga kini, proses evakuasi dan penanganan banjir di Aceh Tamiang masih terus berlangsung.
Pemerintah daerah berupaya mempercepat penyelamatan warga dan memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah yang masih terisolasi.***




