POJOKSATU.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan dukungan kepada para pedagang eks Pasar Barito yang kini telah menempati lokasi relokasi di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Selama enam bulan pertama, para pedagang tersebut tidak akan dikenakan biaya sewa kios maupun biaya air sebagai bentuk bantuan adaptasi di tempat usaha yang baru.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa proses pemindahan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan yang mengedepankan sisi kemanusiaan.

Baca Juga: DIRJEN GTK Nunuk Suryani Bawa Kabar Baik Bagi Guru PPPK Paruh Waktu, Begini Katanya!

Ia memastikan seluruh 125 kios di area relokasi sudah selesai dibangun dan siap digunakan oleh para pedagang.

“Surat peringatan 1, 2, dan 3 kami keluarkan dengan cara yang sangat manusiawi. Saat ini 125 kios di Lenteng Agung sudah rampung dan dilengkapi fasilitas air. Saya memutuskan untuk membebaskan biaya sewa serta air selama enam bulan,” ujar Pramono.

Menurutnya, kebijakan tersebut dimaksudkan untuk memberi waktu bagi pedagang agar bisa beradaptasi sekaligus memperkenalkan lokasi baru kepada pelanggan.

Baca Juga: Aturan Transportasi Online Segera Terbit, Pengemudi Minta Bagi Hasil 90 Banding 10 dan BPJS

Pramono menilai lokasi Lenteng Agung cukup potensial karena berada tak jauh dari Stasiun Lenteng Agung sehingga memiliki peluang tinggi untuk menarik banyak pembeli.

“Saya paham dua hingga tiga bulan pertama akan terasa berat karena butuh proses sosialisasi. Namun letaknya cukup strategis, dekat dengan stasiun,” ucapnya.

Selain memberikan keringanan biaya, Pemprov DKI juga berencana membangun klinik satwa di kawasan tersebut.

Pembangunan ini menyesuaikan dengan karakteristik para pedagang yang mayoritas menjual hewan peliharaan serta perlengkapan satwa.

Pramono menegaskan, pemerintah akan memastikan tidak terjadi praktik monopoli kepemilikan kios di lokasi baru.

Ia juga menyampaikan bahwa lahan bekas Pasar Barito akan diubah menjadi ruang terbuka hijau (RTH) yang menghubungkan Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser.

“Ruang hijau itu nantinya bisa dinikmati masyarakat umum, bukan untuk kepentingan pribadi. Akan dibangun jalur jogging dan area publik lain agar warga dapat menikmati udara segar di tengah kota,” kata Pramono.***