POJOKSATU.id- Dunia pendidikan Islam Indonesia tengah diselimuti duka mendalam.
Kabar wafatnya Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor, Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi pada Sabtu 3/1/2026.
Duka ini menjadi pukulan besar bagi para santri, alumni, dan tokoh-tokoh pendidikan di tanah air.
Baca Juga: Prabowo Putuskan Terima Bantuan Asing untuk Pemulihan Bencana Sumatera, Syaratnya Ikhlas dan Jelas
Sosok ulama karismatik yang dikenal santun dan penuh keteladanan itu mengembuskan napas terakhir di RSUD Dr. Moewardi, Solo, sekitar pukul 12.14 WIB.
Kabar ini langsung tersebar luas dalam hitungan menit.
Tidak butuh waktu lama, linimasa media sosial ikut dipenuhi ucapan belasungkawa dari alumni.
Tokoh publik hingga pimpinan berbagai organisasi Islam di Indonesia.
Gontor Berduka, Ribuan Santri Terpukul
Di kompleks Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, suasana berubah hening.
Ribuan santri yang sedang beraktivitas langsung berhenti begitu pengumuman resmi disampaikan.
Banyak yang terlihat meneteskan air mata, terutama mereka yang pernah berinteraksi langsung dengan almarhum sebagai guru, pembimbing, maupun pengasuh pondok.
Prof Amal bukan sekadar pemimpin formal.
Sosok kelahiran Ponorogo itu dikenal sebagai figur yang dekat dengan santri, sering hadir dalam kegiatan harian pondok.
Memberikan pengarahan, dan mengajarkan nilai adab serta keteguhan akidah dalam setiap kesempatan.
Baca Juga: Viral! Publik Geger Usai Arief Rosyid Sebut Demi Bahlil 'Salah Pun Tetap Dibela'
Ketokohannya bukan hanya sebagai ulama, tetapi juga intelektual besar yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan Islam.
Putra Pendiri Gontor yang Melanjutkan Warisan Keilmuan
Almarhum merupakan putra keempat dari KH Imam Zarkasyi, salah satu Trimurti pendiri Pondok Modern Gontor.
Baca Juga: Mahfud MD Blak-Blakan Soal Wacana Pilkada Dipilih DPRD, Tegas Menolak Demokrasi Bisa Kacau!
Darah perjuangan pendidikan yang mengalir dalam dirinya menjadikan Prof Amal salah satu tokoh penting dalam perjalanan institusi pendidikan Islam modern di Indonesia.
Dengan keahlian di bidang akidah dan filsafat Islam, almarhum juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.
Di bawah kepemimpinannya, UNIDA berkembang sebagai pusat kajian Islam modern yang disegani dalam skala nasional maupun internasional.
Baca Juga: Viral Banjiir Cilegon! Arus Deras Sampai Geret Mobil, Netizen Sampai Takut Kejadian Kayak Sumatera
Prosesi Pemakaman di Gontor
Setelah disemayamkan di Solo, jenazah almarhum dibawa ke Ponorogo untuk disalatkan di Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor.
Tempat yang selama ini menjadi pusat aktivitas spiritual pesantren.
Ribuan santri, guru, alumni, dan masyarakat memadati area masjid untuk memberikan penghormatan terakhir.
Almarhum kemudian dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Gontor.
Berdampingan dengan para pendiri pesantren yang lebih dahulu wafat.
Tangis pecah ketika jenazah diturunkan ke liang lahat.
Menandai berakhirnya perjuangan panjang seorang ulama besar yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan dan kemajuan umat.
Warisan Besar yang Tidak Akan Hilang
Baca Juga: Prabowo Putuskan Terima Bantuan Asing untuk Pemulihan Bencana Sumatera, Syaratnya Ikhlas dan Jelas
Meski Prof KH Amal Fathullah Zarkasyi telah berpulang, warisan pemikiran dan perjuangannya akan tetap hidup.
Gontor menjadi saksi bagaimana keteladanan dan keteguhannya membentuk generasi demi generasi santri yang kini bertebaran di berbagai penjuru dunia.
Dunia pendidikan Islam Indonesia tidak hanya kehilangan seorang pimpinan pondok, tetapi juga kehilangan seorang ilmuwan, pendidik, sekaligus teladan moral.
Kepergian Prof Amal adalah duka yang dalam, namun jejak pengabdiannya akan selalu dikenang.***




