POJOKSATU.ID - Sastrawan, Goenawan Mohamad mengenang sosok sahabatnya, Faisal Basri yang merupakan pakar Ekonomi dan Politik senior Indonesia sebagai cendekiawan sejati.

Hal tersebut disampaikan Goenawan Mohamad melalui unggahan di akun X pribadinya, @gm_gm pada Kamis, 5 September 2024.

Dalam unggahan tersebut, Goenawan Mohamad juga merasakan duka atas meninggalnya sang sahabat, Faisal Basri.

“Faisal Basri meninggal. Kehilangan kita amat terasa karena Faisal adalah tauladan cendekiawan dan aktivis yg langka,” tulis Goenawan.

Baca Juga: KPK 'Lembek' Usut Dugaan Gratifikasi Kaesang? Mahfud MD Bandingkan dengan Kasus Rafael Alun

Lebih lanjut, Goenawan menyebut bahwa Faisal sosok sederhana yang tak pernah tergoda akan harta dan tahta di tengah dinamika politik Indonesia yang carut marut.

Bagaimana tidak, Goenawan menyebut mendiang Faisal tak pernah menjual dirinya kepada penguasa, partai, dinasti, dan bisnis besar.

“Ketika pelacuran intelektual berkembang biak di Indonesia kini, ia tak menjual diri kpd penguasa, dinasti, partai, bisnis besar. Ia tak tergoda harta dan tahta. Ia biasa hidup sederhana,” tambahnya.

Sebelumnya, Goenawan juga berbagai kisah perjuangan dengan Faisal serta teman-temannya dalam mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN).

Adapun tujuan mereka mendorong lahirnya PAN sebagai bentuk cita-cita reformasi.

Baca Juga: Pemda Berikan Bocoran! Kabar Terbaru Jadwal Pendaftaran PPPK 2024 untuk Honorer dari KemenPAN RB

Di mana mereka menginginkan sebuah platform yang bisa mewadahi pluralisme, desentralisasi, dan demokrasi lanjutan.

Namun sayangnya, Goenawan menganggap usaha tersebut gagal lantaran para politikus dengan kepentingan politik mengambil alih partai itu.

Kendati demikian, ia dan teman-temannya tak menyesali perjuangan mereka meraih cita cita dalam reformasi.

“Sekian tahun yg lalu, Faisal, Sandra Hamid, Santoso dan saya mendorong lahirnya PAN. Ikhtiar yg gagal tapi bagian yg tak saya sesali dlm cita2 Reformasi,” kenang Goenawan.

“Kami inginkan partai dgn platform yg jelas ttg pluralisme, desentralisasi, dan tentu saja demokratisasi yg berlanjut,” tambahnya.

Baca Juga: AUTO LOLOS! Contoh Laporan Studi Kasus PPG Prajabatan 2024 Mulai dari Judul hingga Solusi dan Kesimpulan

“PAN kemudian berubah. Para politisi dgn kepentingan politik yg sempit mengambil alih. Orang2 yg lebih cerdik, berambisi, tak peduli nilai-nilai, menang,” tambahnya lagi.

Sebagai informasi, Faisal Basri meninggal hari ini, Kamis, 5 September 2024 di Rumah Sakit Mayapada, Jakarta.

Faisal Basri merupakan sosok yang cukup lantang menyuarakan berbagai kritikan terkait kebijakan pemerintah. ***