POJOKSATU.id, Jakarta - Komitmen Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan dalam mendorong bisnis berkelanjutan kini menembus kancah internasional.

Dosen dan mahasiswa Pascasarjana IBI Kesatuan sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) internasional di kawasan Central Market, Malaysia, pada 21 Mei 2026.

Mengangkat tema “Edukasi Green Accounting bagi UMKM Kuliner Malaysia dalam Mendukung Keberlanjutan Usaha,” kegiatan ini menjadi langkah nyata akademisi IBI Kesatuan dalam mengedukasi pelaku UMKM agar lebih siap menghadapi tren bisnis global yang semakin mengutamakan keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Central Market dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu pusat wisata budaya dan perdagangan paling ramai di Malaysia.

Ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara setiap harinya memadati kawasan ini, menjadikan UMKM kuliner sebagai salah satu penggerak utama sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

Tak sekadar hadir sebagai kegiatan seremonial, dosen dan mahasiswa Pascasarjana IBI Kesatuan turun langsung menyapa para pelaku usaha kuliner melalui pendekatan edukatif yang santai namun komunikatif.

Tim pengabdian membagikan flyer edukasi bertajuk “Sustainable Business = Stronger Business” sebagai media utama sosialisasi mengenai green accounting dan sustainable business.

Dalam kegiatan tersebut, tim Pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang diketuai oleh Dewi Sarifah Tullah bersama para mahasiswa, yaitu Firnandus Napitupulu, Dani Rakhmawan, Siti Nur Janah, dan Sarah Kartika Sucipto, memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan usaha yang tidak hanya berfokus pada pencapaian keuntungan, tetapi juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan serta mendorong penggunaan sumber daya secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Melalui media edukasi yang dibagikan, para pelaku UMKM diajak memahami bahwa green accounting bukan sekadar pencatatan keuangan, melainkan konsep pengelolaan usaha yang memperhatikan tiga aspek utama, yakni profitabilitas bisnis, dampak lingkungan, serta efisiensi penggunaan bahan dan energi.

Tim pengabdian juga menyoroti pentingnya posisi UMKM dalam pertumbuhan ekonomi.

Di tengah persaingan bisnis modern, pelaku usaha dituntut tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi juga mampu membangun citra usaha yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Materi sosialisasi turut membahas berbagai manfaat penerapan green accounting bagi UMKM, mulai dari pengurangan biaya operasional, efisiensi penggunaan bahan baku, penghematan energi, hingga peningkatan citra usaha di mata konsumen.

Selain itu, penerapan bisnis berkelanjutan juga dinilai mampu membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan limbah usaha yang selama ini menjadi tantangan sektor kuliner.

Sebagai bentuk implementasi sederhana, tim pengabdian memberikan contoh langkah praktis yang dapat langsung diterapkan pelaku usaha, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat penggunaan listrik dan air, melakukan pencatatan penggunaan bahan baku secara efisien, hingga memisahkan limbah usaha dengan baik.

Salah satu dosen pendamping menjelaskan bahwa konsep green accounting sebenarnya sangat dekat dengan aktivitas usaha sehari-hari dan dapat dimulai dari kebiasaan kecil.

“Usaha berkelanjutan tidak harus dimulai dari hal besar. Langkah sederhana seperti mengurangi pemborosan bahan baku, menghemat energi, dan mengelola limbah dengan baik sudah menjadi bagian penting dari sustainable business,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa Pascasarjana IBI Kesatuan.

Melalui interaksi langsung dengan pelaku UMKM lintas negara, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai tantangan usaha di sektor kuliner wisata internasional sekaligus mengasah kemampuan komunikasi dan pemberdayaan masyarakat.

Antusiasme pelaku UMKM terlihat selama kegiatan berlangsung.

Sejumlah pelaku usaha mengaku tertarik dengan konsep sustainable business karena dinilai relevan dengan perkembangan tren bisnis global yang kini semakin menaruh perhatian pada aspek lingkungan dan efisiensi usaha.

Melalui kegiatan PKM internasional ini, IBI Kesatuan kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian masyarakat berbasis global.

Selain memperkuat jejaring akademik internasional, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong UMKM agar lebih adaptif, modern, dan siap bersaing di era bisnis berkelanjutan.