POJOKSATU.id, SETIAP peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, ada satu momen yang selalu dinantikan dalam upacara di Istana Merdeka, yaitu penampilan Gita Bahana Nusantara (GBN).

Paduan suara dan orkestra ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol persatuan bangsa yang terwujud melalui harmoni musik dan suara pemuda pilihan dari seluruh penjuru negeri.

Sejarah Gita Bahana Nusantara

Gita Bahana Nusantara pertama kali hadir pada tahun 2003. Sejak saat itu, kelompok ini selalu tampil dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

Baca Juga: Kisah Unik KH Hasyim Asyari, Ulama Besar yang Berani Lawan Penjajah

Program ini sekarang berada di bawah naungan Kementerian Kebudayaan, melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (Ditjen PPPK).

Keberadaan GBN menjadi wadah bagi generasi muda bangsa untuk menunjukkan bakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan melalui musik.

Tidak hanya menampilkan lagu-lagu kebangsaan, tetapi juga mengangkat ragam budaya nusantara.

Dengan begitu, GBN tidak hanya berperan dalam upacara formal, melainkan juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya bangsa.

Baca Juga: Ibu Guru Wajib Tahu, Ini Dia Ide Lomba 17 Agustus Agar Anak Murid Tidak Bosan

Ajang Silaturahmi Seni dan Budaya

GBN menjadi pertemuan besar bagi para musisi muda berbakat dari seluruh provinsi di Indonesia.

Mereka yang terpilih telah melalui proses seleksi ketat di daerah masing-masing. Setiap tahun, ratusan peserta berkumpul, berlatih, dan kemudian tampil sebagai satu kesatuan harmonis.

Proses ini memperlihatkan bahwa keberhasilan sebuah penampilan besar bukan hanya soal kemampuan individu, tetapi juga bagaimana setiap orang dapat melebur menjadi harmoni yang indah.

Contohnya pada tahun 2025, sesi latihan tatap muka berlangsung di Wisma Kinasih, Depok, mulai 8 Agustus, dengan ratusan peserta dan tim pendukung yang terlibat.

Baca Juga: Makna dari HUT RI ke-80, Momentum Refleksi Tujuan Kita Bernegara Sesuai UUD 1945

Kehadiran mereka tidak hanya untuk tampil di hadapan Presiden dan tamu undangan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dalam keberagaman.

Selama masa latihan, para peserta juga mengikuti pembinaan karakter, pelatihan vokal, serta penguatan teknik bermusik yang dipandu oleh para ahli di bidangnya.

Lebih dari Sekadar Pertunjukan

Gita Bahana Nusantara adalah wadah pendidikan karakter melalui seni. Peserta diajarkan disiplin, kerja sama, serta cinta tanah air.

Bagi sebagian besar anggota, pengalaman ini menjadi kenangan berharga dan titik awal perjalanan karier di bidang musik.

Baca Juga: Laptop Merah Putih, Sejatinya Jejak Sejarah dan Perkembangan Teknologi Anak Bangsa, Dari Riset ke Hilirisasi, Berencana Hadirkan Chip AI Lokal

Tak sedikit dari alumni GBN yang kemudian melanjutkan kiprahnya di panggung nasional bahkan internasional.

Selain itu, GBN juga memperlihatkan bagaimana musik mampu menjadi bahasa universal yang menyatukan bangsa.

Dengan lagu-lagu perjuangan dan kebangsaan yang dibawakan, suasana upacara 17 Agustus selalu terasa semakin khidmat dan penuh makna.

Penampilan mereka menjadi bukti bahwa seni dan budaya dapat menjadi medium efektif untuk menanamkan rasa nasionalisme, terutama bagi generasi muda yang terlibat langsung maupun masyarakat yang menyaksikan.

Baca Juga: Momen Lomba HUT ke-80 RI di Makodam I Bukit Barisan, Penyandang Disabilitas Ikut Jadi Peserta

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Pada akhirnya, Gita Bahana Nusantara bukan hanya sebuah paduan suara dan orkestra, melainkan juga representasi semangat gotong royong, keberagaman, dan cinta tanah air.

Melalui lantunan musik yang indah, mereka mengingatkan kita semua bahwa Indonesia kuat karena persatuan dan kaya karena keberagaman. ***