POJOKSATU.id, JAKARTA—Kereta cepat Jakarta Bandung atau Whoosh kini menjadi perhatian publik usai adanya dugaan korupsi dalam pembangunannya.

Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang sudah beroperasi dua tahun ini menyisakan utang ratusan triliun bagi pemerintah Indonesia.

Sesudah heboh beberapa hari ini di publik, kini giliran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengklaim telah mengkritik proyek ini di masa Presiden ketujuh Jokowi.

"Hari ini menjadi perdebatan apa yang kita ingatkan periode lalu, hari ini menjadi perdebatan. Itu artinya sudah benar apa yang telah kita lakukan, insyaallah," kata Presiden PKS Muzammil Yusuf dalam sambutannya saat acara 'Bimteknas PKS' di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (2/11/2025).

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Jadwal Pencairan BLT Kesra November sampai Desember 2025 Melalui Himbara dan Pos Indonesia

Dia memperjelas bahwa pada periode lalu ketika program kereta cepat Jakarta-Bandung muncul, PKS telah memberikan kritik yang konstruktif yaitu meminta pansus.

Dia mengatakan PKS sudah mengingatkan agar dana APBN berfokus pada prioritas masyarakat.

“Jangan sampai yang digunakan dana APBN, agar dana pemerintah fokus pada hal-hal yang prioritas masyarakat, kesehatan, pendidikan, shelter masyarakat," jelasnya.

Menurutnya PKS telah memberikan kritik yang kritis, konstruktif dan bertanggung jawab.

Baca Juga: Budi Arie Setiadi Dianggap Cari Selamat Mau Masuk ke Partai Besutan Presiden Prabowo

"Artinya apa yang kritik adalah sesuatu yang kritis konstruktif bertanggung jawab dokumentatif,” ujarnya.

“Kita ingin seperti itu menyampaikan berbagai kritik bukan menyebar terkenal di medsos karena kita punya pertanggungjawaban habluminallah habluminannas," jelasnya lagi.

Selain KCIC, PKS juga menyebut mereka mengkritik IKN (Ibu Kota Nusantara) di Kutai Kertanegara dan Penajam Passer Utara.

“Karena IKN gagal dalam perencanaan yang matang dan inklusif, cacat formil, sekarang pihak barat menyoroti, berbagai pihak menyoroti apa yang terjadi di IKN hari ini,” jelasnya.***