POJOKSATU.id– Dunia perbankan daerah mendadak heboh setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membuka fakta mengejutkan terkait sembilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masih menunggak utang.

Utang tersebut hingga mencapai lebih dari Rp3,6 triliun kepada Bank Jabar Banten (BJB).

Angka fantastis itu disebut menjadi beban berat bagi fiskal dan perputaran ekonomi Jawa Barat.

Baca Juga: Sambut Ramadan, Shopee Hadirkan Kampanye 2.2 Ramadan Fashion Sale Mulai 25 Januari

Dedi mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah diskusi publik di Kota Bandung pada Kamis 22/1/2026.

Ia menegaskan bahwa utang yang belum dibayar sejumlah BUMN bukan hanya soal teknis perbankan.

Tetapi sudah berdampak langsung pada kemampuan BJB mendukung pembiayaan pembangunan daerah.

Baca Juga: Kemendikdasmen Buka Pemutakhiran NIP PTK ASN, Data Kepegawaian Kini Terintegrasi Dukcapil dan BKN

"Kalau (BUMN) yang jadi beban bagi Jawa Barat itu BUMN yang sudah pinjam duit belum bayar," kata Dedi dikutip pojoksatu.id dari JPNN.com 22/1/2026

Menurutnya, daerah seharusnya mendapatkan dukungan dari perusahaan-perusahaan besar milik negara, bukan justru terbebani oleh tunggakan yang terus menumpuk.

Ia menyoroti beberapa BUMN besar yang disebut media masih memiliki kewajiban pembayaran kepada BJB, termasuk Kimia Farma, WIKA, Waskita Karya, hingga Rajawali Nusindo.

Baca Juga: Kemendikdasmen Buka Pemutakhiran NIP PTK ASN, Data Kepegawaian Kini Terintegrasi Dukcapil dan BKN

Dedi menilai kondisi tersebut semakin menekan ruang fiskal Jawa Barat karena dana yang semestinya berputar dan menghasilkan dividen bagi daerah menjadi tertahan.

Beban ini diperparah oleh pengajuan restrukturisasi utang dari beberapa perusahaan.

"Orang daerah itu harusnya dibantu bukan dipinjam, pinjam enggak bayar lagi."

"Sekarang mereka tinggal bayar bunganya saja, minta restrukturisasi, jadi kalau ngomong beban, ini beban," terang Dedi.

Ia menegaskan, masalah piutang macet ini bukan lagi persoalan bisnis biasa, melainkan isu strategis yang mesti diselesaikan pemerintah pusat dan Kementerian BUMN.

Baca Juga: Sambut Ramadan, Shopee Hadirkan Kampanye 2.2 Ramadan Fashion Sale Mulai 25 Januari

Pasalnya, Bank BJB adalah tulang punggung perekonomian Jawa Barat dan Banten, yang memegang peran vital dalam pembiayaan UMKM, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi lokal.

Dedi meminta kementerian terkait turun tangan dan memastikan penyelesaian kewajiban BUMN kepada Bank BJB, agar stabilitas keuangan daerah tidak terganggu.***