POJOKSATU.id, JAKARTA – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dianggap wajah lain dari Jokowi. Sikap Gibran bertemu dengan Prabowo di Solo dianggap manuver dan membuat tak nyaman PDIP.

Buntut pertemuan dengan Prabowo, Gibran Rakabuming Raka dipanggil DPP PDIP. Bahkan elite PDIP Adian Napitupulu sempat bicara keras terkait jasa politik PDIP ke keluarga Jokowi.

Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno menilai Gibran bukan cuma sekadar wali kota biasa, namun juga sekaligus putra Presiden Jokowi yang dinilai menjadi duplikat ayahnya dalam dunia politik.

Menurut Adi, Gibran melakukan manuver politik terutama ketika Gibran menyambut Prabowo di Solo.

Sikap Gibran bertemu dengan relawan dan relawan menyatakan dukungan ini dianggap Gibran memberikan dukungan terbuka kepada Prabowo.

Baca Juga :

PDIP Ingin Gali Penyebab Perubahan Haluan Relawan Jokowi dan Gibran ke Prabowo

“Jadi wajar kalau PDIP nggak nyaman dengan dengan manuver Gibran itu, wajar kalau ada tensi memanas antara PDIP dan Gibran," kata Adi Prayitno kepada wartawan, Senin malam (22/5/2023).

"Saya kira Gibran bukan soal Walkot Solo tapi yang paling penting Gibran adalah anak Jokowi. Jadi setiap manuver dan aktivitas politiknya itu dianggap sebagai duplikat politik Jokowi,” jelas Adi.

“Jadi lihat Gibran itu wajah lain dari Jokowi," kata Adi lagi.

Adi mengatakan wajar jika PDIP memanggil Gibran. Pemanggilan itu sekaligus meyakini kalau PDIP merupakan partai kader yang selalu tunduk pada arahan partai, tidak peduli kader tersebut memangku jabatan presiden ataupun wali kota.

Adi juga menilai wajar banyak pihak ingin mendekati Gibran. Dia bahkan menyebut Gibran dapat menjadi magnet untuk menggaet dukungan Jokowi di Pilpres 2024.

"Jadi wajar kalau Gibran itu seperti semut banyak dikerubungi, banyak yang mengharapkan berkah, banyak mengharapkan dapat dukungan dari Jokowi,” katanya.

“Karena Jokowi itu seorang presiden yang dinilai punya pengaruh dan pengikut yang cukup luas," ujarnya.

"Wajar kalau Gibran itu magnetnya cukup kuat, bukan menyangkut Walkot Solo saja tapi anak Jokowi, satu-satunya magnet yang bisa bersilaturahmi dengan politisi senior seperti Prabowo,” jelasnya.

Menurutnya, banyak kepala daerah yang berprestasi yang cukup baik, tapi nyaris tidak pernah dikunjungi atau diajak bersilaturahmi oleh Prabowo.

Namun karena Gibran anak presiden, maka Prabowo terlihat paling sering mengajak komunikasi Gibran ini.

Adi juga mengungkit elite PDIP yaitu Adian Napitupulu yang bicara keras terkait jasa politik PDIP ke keluarga Jokowi.

Menurutnya, keberhasilan Jokowi, Gibran, dan Bobby Nasution menduduki jabatan saat ini karena jasa PDIP.

"Jarang-jarang Adian bicara keras menghitung jasa politik yang sudah diberikan PDIP kepada keluarga Jokowi,” katanya.

“Dengan kata lain PDIP itu mengatakan jangan lupakan sejarah, jangan lupakan jas merah karena Jokowi dan Gibran adalah kader PDIP yang bisa sampai saat ini karena jasa PDIP," ujar Adi Prayitno.(ikror/pojoksatu)