POJOKSATU.id, JAKARTA—Duet atau pasangan Prabowo-Ganjar sepertinya akan sulit terwujud di Pilpres 2024. Sebab Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengakui pasangan ini akan sulit terwujud.
Padahal di sisi lain, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengakui mengagumi ketegasan Menhan Prabowo Subianto. Begitu juga kelakar yang kerap dilontarkan Prabowo, dikagumi oleh Ganjar.
Diketahui bakal calon presiden dari PDIP Ganjar Pranowo mengunggah foto kedekatannya dengan bacapres Partai Gerindra Prabowo Subianto di akun Instagram resminya.
Dalam postingannya tersebut, Ganjar menyebut selalu ada hal yang membuatnya kagum ketika bertemu Prabowo Subianto.
Mulai dari ketegasan Prabowo hingga lelucon yang kerap dilontarkan.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut Prabowo dan Ganjar memang memiliki hubungan yang sangat baik.
"Jadi kalau kemudian Mas Ganjar meng-upload kedekatan dengan Pak Prabowo dan sebagainya, itu karena ada perasaan hubungan personal yang baik," ucapnya di Markas Besar Partai Bulan Bintang (PBB), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (24/7).
Partai Gerindra sendiri tidak membantah jika ada pikiran untuk menduetkan Prabowo dan Ganjar sebagai capres dan cawapres. Namun hal ini sukar diwujudkan.
"Pikiran itu ada, tapi kelihatannya agak sukar menemukan formulanya," jelasnya.
Sebelumnya, Partai Bulan Bintang (PBB) mengusulkan Ketua Umum Yusril Ihza Mahendra menjadi bakal calon presiden (capres) atau cawapres mendapingi Prabowo Subianto.
Meski demikian, PBB tetap bakal menerima dengan lapang dada bila Yusril nantinya tidak ditunjuk menjadi cawapres.
Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Afriansyah Noor kepada wartawan usai melakukan pertemuan tertutup dengan Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani Cs.
"Kita tetap mendukung Pak Prabowo 100 persen menjadi presiden, meski Pak Yusril tidak menjadi cawapres Prabowo," kata Afriansyah Noor sapaan akrabnya Fery di kantor DPP PBB, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (24/7/2023).
Menurut Ferry, dukungan PBB kepada Menteri Pertahanan (Menhan) itu bukan semata hanya mengusulkan Yusril Ihza Mahendra menjadi cawapresnya, melainkan partainya dengan Gerindra memiliki visi yang sama.***




