POJOKSATU.ID – Kemarahan warga pecah di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Mako Lanal) menjadi sasaran amuk massa yang tidak terima atas dugaan aksi pengeroyokan brutal yang dilakukan oleh lima oknum prajurit TNI AL terhadap seorang warga sipil.
Insiden memanas ini dipicu oleh dugaan pengeroyokan terhadap seorang tenaga pendidik, yakni guru SMK berinisial BS.
Belum diketahui secara pasti motif di balik aksi kekerasan tersebut, namun tindakan arogan lima oknum prajurit ini menyulut solidaritas warga hingga berujung pada penyerangan markas.
Baca Juga: Perpusnas Buka Pendaftaran Pelatihan Promosi Perpustakaan Berbasis Digital 2026
Menanggapi situasi yang semakin genting dan viral di media sosial, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto langsung angkat bicara.
Beliau menegaskan beberapa poin penting bahwa kelima oknum prajurit TNI AL yang terlibat dipastikan akan diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
TNI tidak akan menoleransi tindakan prajurit yang menyakiti hati rakyat, terlebih terhadap seorang guru.
Dalam potongan video yang beredar, terlihat kerumunan warga yang mendatangi lokasi dengan penuh emosi.
Baca Juga: Di Tengah Isu Makan Gratis Dari Dana Pendidikan, Benarkah Nasib Guru Benar-Benar Aman?
Aksi pengeroyokan terhadap BS dianggap sebagai bentuk intimidasi yang sangat melukai rasa keadilan di tengah masyarakat.
Kejadian ini menambah panjang daftar gesekan antara oknum aparat dan masyarakat sipil.
Netizen di platform X (Twitter) ramai-ramai mengecam tindakan tersebut dan menuntut agar proses hukum dilakukan secara transparan tanpa ada yang ditutup-tupi.***
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala




