POJOKSATU.ID - Aksi tegas seorang guru yang menegur pihak dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.
Dalam video yang beredar luas, guru tersebut terlihat geram saat mendapati menu yang diduga tidak memenuhi standar kelayakan untuk para siswa.
Dalam rekaman itu, sang guru dengan nada tinggi menegaskan bahwa program MBG bukanlah bantuan gratis tanpa tanggung jawab.
Baca Juga: Sekda Jamin Gaji PPPK Paruh Waktu Cair Sebelum Lebaran 2026, Rapel Dua Bulan Dibayar Sekaligus!
“MBG itu tidak gratis! Itu duit rakyat, gaji-gaji kami dipotong untuk MBG. Jangan main-main kalian!” tegasnya di hadapan pihak dapur, dikutip dari instagram @secerca.fakta.
Pernyataan tersebut langsung menyita perhatian publik. Banyak warganet menilai kalimat itu mewakili keresahan masyarakat terkait kualitas pelaksanaan program yang menggunakan anggaran negara.
Secara administratif, MBG memang tidak dipungut biaya dari siswa. Namun secara fiskal, setiap porsi makanan yang dibagikan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berasal dari pajak rakyat.
Baca Juga: Siap Dibawa ke MK! Data Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Terbongkar, Ada yang Tak Sampai Rp100 Ribu
Karena itu, publik menilai kualitas makanan yang disajikan tidak boleh asal-asalan.
Dalam video tersebut juga terlihat menu yang dinilai kurang layak.
Beberapa warganet menyoroti porsi protein yang tampak minim, sayuran yang terlihat kurang segar, hingga kemasan makanan yang dianggap tidak higienis.
Baca Juga: Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Terkuak! Ada yang Cuma Rp55 Ribu, Daerah Mana Paling Mengenaskan?
Padahal, program MBG digagas untuk meningkatkan asupan gizi siswa sekaligus menekan angka stunting.
Pemerintah menempatkan program ini sebagai bagian dari upaya mencetak generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
Jika kualitas makanan yang didistribusikan di lapangan tidak sesuai standar gizi, maka tujuan besar tersebut berpotensi tidak tercapai.
Bahkan, kondisi ini dapat memunculkan persepsi negatif bahwa anggaran besar negara tidak dikelola secara optimal.
Sentilan keras dari guru tersebut juga memicu diskusi mengenai transparansi dan pengawasan dalam rantai pasok program MBG.
Baca Juga: Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Terkuak! Ada yang Cuma Rp55 Ribu, Daerah Mana Paling Mengenaskan?
Publik mulai mempertanyakan mekanisme kontrol kualitas, mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan di dapur, hingga distribusi ke sekolah.
Sejumlah warganet menduga adanya potensi pemangkasan anggaran di tingkat pelaksana atau vendor tertentu demi meraih keuntungan lebih besar.
Meski demikian, dugaan tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang.
Baca Juga: Viral! Menu MBG Dinilai Tak Sesuai Standar, SMPN 01 Tayu Pati Kembalikan Ratusan Paket Makan Gratis
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap program yang menggunakan dana publik.
Masyarakat berharap pemerintah dan instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh agar MBG benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi siswa, bukan sekadar menjadi proyek anggaran.
Viralnya video tersebut menjadi pengingat bahwa transparansi dan akuntabilitas merupakan kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap program strategis nasional.***




