POJOKSATU.ID - Peristiwa bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi.

Pusat gempa terdeteksi berada di wilayah perairan laut tidak jauh dari Mbay, Kabupaten Nagekeo.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami tak lama setelah guncangan utama terjadi sebelum akhirnya dicabut secara resmi beberapa jam kemudian.

Kepanikan warga sempat memuncak karena guncangan juga diikuti oleh serangkaian gempa susulan di beberapa lokasi.

Baca Juga: Kemensos Gelontorkan Bantuan Logistik Miliaran Rupiah untuk Korban Gempa NTT

Sejumlah titik pengungsian kini mulai berdiri di kawasan Mbay, Maumere, Borong, hingga Ruteng untuk menampung warga yang khawatir akan guncangan susulan.

Berdasarkan laporan sementara, dampak gempa telah mengganggu kehidupan ribuan warga yang tersebar di wilayah terdampak.

Jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai puluhan jiwa yang tersebar di beberapa kabupaten seperti Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Sikka.

Selain korban jiwa, beberapa warga dilaporkan mengalami luka-luka dan sebagian lainnya masih berada dalam proses pencarian akibat tertimbun material bangunan.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Langkah Pemulihan Infrastruktur dan Logistik Bencana NTT

Kawasan Nagekeo, Sikka, Ende, serta area Manggarai Raya menjadi daerah dengan dampak kerusakan yang cukup signifikan.

Seluruh data korban dan pengungsi saat ini masih terus dimutakhirkan oleh petugas gabungan di lapangan.

Pemerintah terus mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya fisik pascabencana.

Warga diminta tidak memasuki atau menempati struktur bangunan yang mengalami keretakan sebelum adanya pemeriksaan keamanan dari pihak berwenang.

Informasi resmi mengenai perkembangan situasi kebencanaan akan disalurkan secara berkala melalui saluran BMKG serta instansi pemerintah terkait.

Proses verifikasi data lapangan terus dilakukan secara cermat agar penanganan darurat dapat menyasar seluruh korban secara tepat.

Penanganan medis dan evakuasi korban terluka hingga kini terus menjadi prioritas utama tim penanggulangan bencana di NTT.***