POJOKSATU.ID - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) pagi.
Guncangan hebat tersebut tidak hanya memicu kepanikan warga, tetapi juga menelan korban jiwa di Kota Manado.
Badan SAR Nasional Sulawesi Utara melaporkan dua warga menjadi korban dalam peristiwa ini.
Baca Juga: Mulai April ASN Bakal WFH Setiap Jumat! Ini Aturan Ketat yang Wajib Dipatuhi Selama Kerja Dari Rumah
Satu orang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan, sementara satu korban lainnya mengalami patah kaki akibat panik dan melompat dari sebuah toko.
“Satu korban meninggal sudah dibawa ke rumah sakit, sementara satu lainnya mengalami patah kaki,” ujar Juru Bicara Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng.
Gempa yang terjadi sekitar pukul 06.48 WITA itu dirasakan sangat kuat di sejumlah wilayah, termasuk Manado dan sekitarnya.
Baca Juga: Jangan Sampai Lewat 7 April! Cek Jadwal UTBK SNBT 2026, Syarat, dan Aturan Lengkapnya
Tim Basarnas hingga kini masih melakukan penyisiran di lokasi terdampak untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum terdata.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebut sedikitnya tujuh wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara berpotensi siaga tsunami pascagempa tersebut.
Getaran gempa juga terasa hingga Provinsi Gorontalo. Warga di beberapa daerah mengaku panik dan memilih keluar rumah demi menghindari risiko bangunan roboh.
Baca Juga: Momen Haru di Pontianak! 26 ASN Pensiun, 335 CPNS Resmi Jadi PNS, Ini Pesan Tegas Wali Kota
“Guncangannya seperti diayun, cukup lama dan membuat kami semua keluar rumah,” kata Adhan, warga Limboto.
Hal serupa juga dirasakan warga lainnya. Aldianto, warga Bone Bolango, mengaku langsung menghubungi keluarganya di Bitung untuk memastikan kondisi mereka setelah merasakan gempa yang cukup kuat.
Selain membuat warga panik, gempa ini juga menyebabkan sejumlah benda seperti tiang listrik dan kendaraan yang terparkir ikut bergoyang.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia rawan terhadap bencana gempa bumi, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat sangat dibutuhkan.***




