POJOKSATU.id — Upaya penanganan setelah gempa bumi magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus dilakukan pemerintah dan tim kebencanaan.

Gempa tersebut menimbulkan dampak besar bagi masyarakat, mulai dari korban jiwa dan kerusakan bangunan hingga warga yang harus meninggalkan rumah untuk mencari tempat aman di lokasi pengungsian.

Berdasarkan data BNPB, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut tercatat mencapai 111 orang.

Sementara itu, jumlah warga yang masih mengungsi dapat berubah seiring berlangsungnya proses pendataan serta pemulangan masyarakat yang dinilai sudah memungkinkan kembali ke tempat tinggal masing-masing.

Baca Juga: Sumringah Warga Sambut Relawan Gerakan Anak Negeri lantaran Pustu Nyaris Ambruk Diguncang Gempa NTT

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana belum sepenuhnya berakhir meski sebagian warga mulai meninggalkan lokasi pengungsian.

Aktivitas Gempa Susulan Masih Diwaspadai

Ancaman gempa susulan menjadi salah satu alasan masyarakat masih membutuhkan waktu sebelum kembali ke rumah.

Meski sebagian bangunan terlihat masih berdiri, warga tetap perlu memastikan kondisi tempat tinggal mereka aman dan tidak mengalami kerusakan yang membahayakan.

Selain kondisi bangunan, kekhawatiran terhadap kemungkinan guncangan berikutnya juga membuat sebagian warga memilih tetap berada di lokasi pengungsian.

Baca Juga: Islamic Relief Indonesia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Manggarai, 500 Keluarga Jadi Sasaran

Pemerintah bersama petugas kebencanaan pun masih memantau perkembangan aktivitas gempa di wilayah terdampak.

Penanganan pascabencana juga tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan dan tempat tinggal sementara, tetapi mencakup berbagai kebutuhan lain yang muncul selama proses pemulihan.

Dokumen Warga Ikut Menjadi Persoalan

Dampak gempa juga menyentuh persoalan administrasi kependudukan.

Kerusakan rumah maupun barang-barang milik warga dapat menyebabkan dokumen penting, termasuk KTP elektronik dan dokumen kependudukan lainnya, hilang atau mengalami kerusakan.

Untuk membantu masyarakat, Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri mengirimkan tim ke wilayah terdampak guna melakukan pelayanan dan pemulihan dokumen kependudukan.

Baca Juga: 10 Usai Hari Usai Gempa NTT Belum Ada Pemeriksaan Kesehatan, Gerakan Anak Negeri yang Pertama Kali Datang

Direktur Bina Aparatur Dukcapil Erliani Budi Lestari mengatakan pemerintah tetap berupaya menjamin hak masyarakat untuk memperoleh dokumen identitas meskipun berada dalam situasi bencana.

“Kehadiran tim gabungan Ditjen Dukcapil dan Dinas Dukcapil daerah di tengah keterbatasan sarana pascagempa, menjadi bukti bahwa hak warga atas dokumen identitas tetap dijamin negara, kapan pun dan di mana pun bencana melanda,” kata Erliani.

Dokumen kependudukan memiliki peran penting karena dibutuhkan masyarakat untuk mengakses berbagai layanan, mulai dari bantuan sosial, pendidikan, kesehatan hingga pelayanan administrasi pemerintah.

Pemulihan Warga Membutuhkan Waktu

Setelah masa tanggap darurat selesai, pekerjaan pemerintah belum otomatis berakhir.

Baca Juga: Belum Ada Keterangan Gubernur Pramono Terkait Tewasnya Bambang Diduga di Tangan Ormas

Tahap berikutnya adalah memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal, termasuk memperbaiki rumah dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa.

Aktivitas ekonomi masyarakat juga perlu dipulihkan agar warga yang terdampak dapat kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Perhatian juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia dan ibu hamil.

Selain kebutuhan fisik, kondisi psikologis korban juga menjadi bagian dari proses pemulihan. Pengalaman menghadapi gempa besar dapat menimbulkan trauma sehingga dukungan psikososial dibutuhkan bagi sebagian warga.

Data Korban dan Pengungsi Terus Diperbarui

Besarnya dampak bencana membuat proses pendataan harus dilakukan secara berkala.

Jumlah korban, warga yang mengungsi, rumah yang mengalami kerusakan maupun kebutuhan bantuan dapat berubah seiring proses verifikasi di lapangan.

Baca Juga: Ketika Senter jadi Satu-satunya Penerangan Gerakan Anak Negeri saat Berikan Layanan Kesehatan bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Karena itu, pembaruan informasi sebaiknya mengacu pada data resmi BNPB dan pemerintah daerah agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat.

Warga yang berada di wilayah terdampak juga tetap perlu mengikuti imbauan petugas dan meningkatkan kewaspadaan selama aktivitas gempa susulan masih berlangsung.

Gempa Flores pada akhirnya bukan hanya meninggalkan persoalan korban dan kerusakan bangunan.

Proses pemulihan juga menyangkut tempat tinggal, dokumen kependudukan, layanan publik, kesehatan, pendidikan hingga kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak.***