POJOKSATU.id - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Urusan Luar Negeri India, Dr. Subrahmanyam Jaishankar.
Pertemuan keduanya dilakukan di sela-sela pelaksanaan WAVES (World Audiovisual and Entertainment) Summit 2025 di Mumbai.
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama budaya, solidaritas negara-negara selatan global (global south), serta hubungan bilateral kedua negara.
Baca Juga: Jadi Libur Nasional, Ini 5 Tempat Wisata yang Dapat Dikunjungi Selama Perayaan Waisak
Di kesempatan itu, Fadli menyampaikan belasungkawa atas nama pemerintah terkait serangan teror yang terjadi pada 22 April 2025 di Baisaran meadow, dekat Pahalgam, Kashmir, yang menewaskan 26 orang.
Fadli menegaskan solidaritas Indonesia dengan India dalam menghadapi insiden ini serta pentingnya kerja sama global untuk menjaga perdamaian dan keamanan.
Fadli juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat pemerintah India dalam penyelenggaraan WAVES Summit 2025 di Mumbai.
Baca Juga: 8 Jemaah Haji Asal Indonesia Meninggal di Tanah Suci, Kemenag Jamin Hak Ibadah Dijalankan
"Indonesia menghargai kepemimpinan India dalam mempertemukan pelaku budaya global, dan merasa terhormat dapat menjadi bagian dari dialog penting mengenai kolaborasi dalam ekonomi dan industri budaya," ujar Fadli.
Pertemuan ini juga membahas tindak lanjut kesepakatan Cultural Exchange Programme (CEP) antara kedua negara yang telah ditandatangani dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025.
Fadli menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan RI untuk aktif menjalankan program-program yang telah disepakati, termasuk pertunjukan budaya, pameran, pertukaran pakar, serta pertukaran pemuda dan akademik.
Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata India-Pakistan Resmi Berakhir Pagi Ini
Ia juga mengusulkan eksplorasi proyek co-production, baik film, dokumenter, maupun musik, sebagai bagian dari penguatan CEP.
Kedua menteri juga mengenang sejarah dan warisan kedua negara sebagai penggagas Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 di Bandung.
"Semangat Dasasila Bandung tetap relevan hari ini sebagai fondasi solidaritas, keadilan, dan kerja sama budaya di antara negara-negara Global South, khususnya dalam menghadapi dunia yang semakin terpolarisasi," jelas Fadli.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan kerja sama budaya, narasi sejarah, dan memori kolektif sebagai kekuatan utama untuk mendorong kolaborasi south-south serta menciptakan tatanan global yang lebih adil.
Fadli juga menyampaikan terima kasih atas tawaran Pemerintah India untuk ikut membantu restorasi dan revitalisasi kompleks Candi Prambanan, sebagaimana diumumkan Perdana Menteri Narendra Modi dalam konferensi pers bersama Presiden Prabowo pada Januari lalu.
Baca Juga: Jadi Program Prioritas, Pemerintah Klaim MBG Buka Lapangan Kerja dan Bantu Ekonomi Daerah
Dalam pertemuan dengan Menlu ini, Fadli mendorong realisasi tawaran itu dengan mengundang tim ahli dari India untuk melihat langsung Candi Prambanan.
Menurutnya, kerja sama ini bukan hanya memperkuat hubungan budaya bilateral, tetapi juga menjadi contoh penting pelestarian warisan bersama antara dua peradaban besar.
Fadli mengusulkan pengembangan kerja sama teknis, proyek konservasi bersama, dan pertukaran pakar untuk melindungi serta mempromosikan warisan budaya Indonesia, agar situs-situs bersejarah dapat terus menginspirasi generasi mendatang.***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:




