POJOKSATU.id – Gejolak terbesar di pasar keuangan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir akhirnya mencapai puncaknya.

Di tengah badai pasar yang membuat nilai kapitalisasi lenyap hingga US$80 miliar atau sekitar Rp1.200 triliun.

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar resmi mengundurkan diri pada Jumat petang, 30 Januari 2026.

Baca Juga: Dikawal TNI, Penyerapan Gabah di Karawang Terus Naik

Informasi ini dikutip PojokSatu.id dari Reuters yang menyebut gejolak pasar tersebut memicu kepanikan investor global.

Pengunduran diri Mahendra tak berdiri sendiri. Dua pejabat kunci lainnya, yakni Inarno Djajadi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal.

Serta I.B. Aditya Jayaantara sebagai Deputi Komisioner, juga menyatakan mundur di hari yang sama.

Baca Juga: Penyelenggara Sekolah Rakyat Tahun 2026 guna Mencapai Target Standarisasi Nasional dan Integrasi Teknologi

Langkah serentak ini menimbulkan guncangan besar di sektor keuangan, mengingat ketiganya memegang peran vital dalam stabilitas pasar modal.

Dalam pernyataan resmi OJK yang dikutip PojokSatu.id dari CNBC Indonesia.

Keputusan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral para pimpinan untuk mendukung pemulihan kepercayaan di industri keuangan.

Baca Juga: Dikawal TNI, Penyerapan Gabah di Karawang Terus Naik

Meski begitu, OJK menegaskan fungsi pengawasan tetap berjalan sesuai aturan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 dan UU P2SK.

Sementara itu laporan i yang dikutip PojokSatu.id dari Bloomberg Technoz menyoroti betapa pengunduran diri ini terjadi hanya beberapa jam.

Setelah dinamika pasar yang disebut sebagai salah satu “market rout” paling drastis di kawasan Asia Pasifik.

Para analis menilai timing pengunduran diri semakin memperkuat kekhawatiran investor mengenai arah pengawasan keuangan nasional.

Kendati demikian, pemerintah dan OJK memastikan stabilitas tetap terjaga.

Baca Juga: Dikawal TNI, Penyerapan Gabah di Karawang Terus Naik

Proses pengisian jabatan akan dilakukan sesuai ketentuan, sementara koordinasi dengan pelaku industri diperketat untuk meredam kecemasan pasar.

Drama pengunduran diri tiga pucuk pimpinan OJK ini menjadi sorotan global.

Di tengah IHSG yang masih dalam fase pemulihan, publik kini menanti langkah strategis pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan investor.***