POJOKSATU.id - Geger di publik setelah pernyataan Presiden Prabowo Subianto mendadak menjadi sorotan nasional.

Dalam kunjungannya meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

Prabowo secara blak-blakan melontarkan kekesalannya terhadap sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terutama para direksinya.

Baca Juga: Bukan Dibedakan! Ini Alasan Resmi KPM Terima BPNT Rp200 Ribu atau Rp400 Ribu

Pernyataan itu disampaikan langsung dan terekam jelas dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo terlihat tidak bisa menyembunyikan kemarahannya ketika menyinggung kondisi BUMN yang masih terus merugi, tetapi para direksinya justru meminta bonus.

Ia menyebut hal tersebut sebagai tindakan yang tidak tahu malu.

Baca Juga: Mengejutkan! Prabowo Pasang Target Ambisius Hapus Kemiskinan Ekstrem, Walau Waktu Tinggal Hitungan Tahun

“Sudah rugi, minta tantiem lagi. Enggak tahu malu. Dablek menurut saya,”

Ucap Prabowo dengan nada tegas dan ekspresi yang menunjukkan kekecewaan mendalam dikutip pojosatu.id dari youtube sekretariat presiden 12/1/2026.

Ucapan itu sontak memicu kehebohan. Publik terperangah melihat bagaimana presiden secara terbuka menegur keras para pemimpin perusahaan pelat merah.

Baca Juga: Bukan Dibedakan! Ini Alasan Resmi KPM Terima BPNT Rp200 Ribu atau Rp400 Ribu

Nada Prabowo tampak jelas penuh emosi, menunjukkan bahwa ia sudah tidak ingin lagi melihat sikap manajemen BUMN yang dinilainya tidak profesional.

Tidak berhenti di situ, Prabowo menegaskan bahwa dirinya sudah memberi tugas khusus kepada Kepala Danareksa dan sejumlah menteri terkait untuk membersihkan BUMN yang dianggap bermasalah.

“Direksi-direksi BUMN, saya katakan saja, tidak baik. Saya beri tugas kepada Kepala Danareksa"

"dan beberapa menteri yang bertanggung jawab untuk membersihkan semua BUMN. BUMN sangat banyak. Banyak yang rugi,” tegasnya lagi.

Prabowo kemudian memberi pesan keras bahwa siapa pun direksi yang tidak sanggup bekerja dengan penghasilan sesuai aturan.

Baca Juga: Bukan Dibedakan! Ini Alasan Resmi KPM Terima BPNT Rp200 Ribu atau Rp400 Ribu

Lebih baik segera mundur daripada membebani negara.

“Kalau enggak mau, enggak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja. Segera minta berhenti. Banyak yang siap gantikan saudara-saudara,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memantik rasa penasaran publik. Hingga kini belum ada penjelasan rinci BUMN mana saja yang merugi namun masih berani meminta bonus.

Baca Juga: Bukan Dibedakan! Ini Alasan Resmi KPM Terima BPNT Rp200 Ribu atau Rp400 Ribu

Warganet pun ramai membahas hal ini dan mendesak agar pemerintah mengungkap identitas perusahaan-perusahaan tersebut.

Gelombang komentar di media sosial menunjukkan bahwa publik berharap BUMN benar-benar dibenahi.

Banyak yang menilai, jika ucapan Prabowo sekeras itu, berarti masalahnya memang serius.

Baca Juga: Bukan Dibedakan! Ini Alasan Resmi KPM Terima BPNT Rp200 Ribu atau Rp400 Ribu

Tak heran jika pernyataan ini langsung viral dan menjadi bahan perdebatan.

Publik kini menunggu tindak lanjut konkret dari pemerintah untuk memastikan BUMN kembali pada jalur kinerja yang sehat.***