POJOKSATU.id, BUKITTINGGI- Inses, atau hubungan sedarah terjadi antara ibu dan anak di Bukittinggi, Sumatera Barat. Peristiwa itu terbongkar setelah keduanya menjalin hubungan selama 11 tahun
Cerita hubungan sedarah yang diungkapkan Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menimbulkan kehebohan di kalangan warga Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Betapa tidak, sang wali kota menyampaikan kasus inses atau persetubuhan sedarah yang melibatkan ibu dan anak kandungnya.
Seorang ibu dan anak di Bukittinggi terlibat dalam hubungan inses, yang berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan sejak sang anak masih duduk di bangku SMA.
"Anak tersebut, yang kini berusia 28 tahun, telah berhubungan badan dengan ibunya, yang kini sudah berusia 51 tahun, selama kurang lebih 11 tahun. Ini bukan cerita fiktif atau plot sinetron, ini nyata dan terjadi di tengah-tengah kita', ujar Erman seperti dikutip.
Bagaimana bisa hubungan seperti ini terjadi? Apa yang salah? Hal yang paling membuat publik terkejut adalah fakta bahwa keluarga ini tampak sempurna di mata masyarakat.
Ayahnya masih hidup dan berusia 83 tahun. Mereka dikenal sebagai keluarga yang agamis di lingkungannya, bahkan adiknya hafidz quran dan sang ibu dikenal selalu menggunakan kerudung panjang.
Namun, di balik kesempurnaan tersebut, ternyata ada kisah pilu yang tersimpan. Kisah tentang bagaimana seorang anak dan ibunya menjalin hubungan terlarang yang tak seharusnya terjadi.
Tindakan Pemerintah Kota Bukitinggi
Setelah hubungan ibu setubuhi anak kandung ini terbongkar, anak muda tersebut sekarang telah dikarantina oleh Pemerintah Kota Bukittinggi. Pemerintah kota tidak tinggal diam melihat kejadian ini.
Mereka berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai isu pernikahan anak di bawah umur serta memperkuat upaya perlindungan anak.
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, mengimbau masyarakat Bukittinggi agar lebih peduli terhadap upaya pencegahan pernikahan anak di bawah umur dan perlunya edukasi seksual yang lebih baik di masyarakat.
Kejadian inses ibu anak di Bukittingi tentu menjadi pelajaran bagi kita semua. Betapa pentingnya menjaga dan melindungi anak-anak dari potensi eksploitasi dan kekerasan seksual yang bisa merusak masa depan mereka.
Lebih lanjut Erman Safar mengungkapkan, kasus ini juga menjadi peringatan bahwa kita perlu lebih waspada dan peduli terhadap lingkungan sekitar kita.
Kejadian ini mungkin sulit dipercaya, tapi itulah realita yang ada. Satu hal yang harus kita ingat, kita semua berperan penting dalam upaya mencegah kasus serupa terjadi di masa mendatang.
Mari kita menjadi lebih peduli dan tanggap terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Berikan pendidikan yang baik untuk anak-anak kita, jaga mereka dari potensi bahaya, dan lindungi mereka demi masa depan yang lebih baik.



