POJOKSATU.id – Publik tanah air dibuat heboh setelah nama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut muncul dalam dokumen raksasa Epstein Files yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Isu ini segera menyebar dan memicu beragam spekulasi liar di media sosial.
Namun sejumlah laporan media kredibel justru mengungkap penjelasan berbeda dari apa yang ramai dibicarakan.
Dikutip Pojoksatu.id dari laporan Suara.com, nama Sri Mulyani memang tercantum dalam kumpulan dokumen tersebut.
Namun isi dokumennya bukan berupa korespondensi pribadi ataupun catatan interaksi dengan Jeffrey Epstein.
Dokumen yang memuat namanya justru berasal dari arsip World Bank Group, tempat Sri Mulyani pernah menjabat sebagai Managing Director and Chief Operating Officer pada 2014.
Baca Juga: Purbaya Buka-bukaan: Sudah Cium Kejanggalan di Kantor Pajak dan Bea Cukai Sebelum Kena OTT
Informasi serupa juga disampaikan BeritaSatu, yang menyebut bahwa dokumen tersebut merupakan bahan internal World Bank.
Terkait pembahasan reformasi kelembagaan dan penguatan unit President’s Delivery Unit (PDU).
Arsip itu ikut terseret karena seluruh dokumen yang tersimpan pada perangkat yang disita FBI otomatis digabung dalam basis data besar Epstein Files.
Tanpa melihat apakah seseorang memiliki hubungan langsung dengan Epstein atau tidak.
Dikutip pojoksatu.id Kaltim Post/JawaPos, yang menyatakan bahwa kemunculan nama Sri Mulyani “lebih berkaitan dengan aktivitas profesional di lembaga internasional” dan bukan bentuk keterlibatan.
Tidak ada bukti komunikasi, transaksi, ataupun hubungan personal dengan Epstein dalam dokumen tersebut.
Dalam laporan terpisah menyebut fenomena ini terjadi pada banyak tokoh dunia lain, termasuk pejabat publik dan eksekutif perusahaan global.
Karena berbagai dokumen institusional ikut tersita dalam proses penyelidikan.
Baca Juga: Purbaya Buka-bukaan: Sudah Cium Kejanggalan di Kantor Pajak dan Bea Cukai Sebelum Kena OTT
Dengan demikian, fakta yang dapat dipastikan adalah nama Sri Mulyani memang tercantum dalam Epstein Files.
Tetapi konteksnya murni administratif, bukan kriminal maupun relasi langsung.
Meski begitu publik masih penasaran dengan apa yang sebenarnya dilakukan oleh Sri Mulyani.***




