POJOKSATU.id - Dunia maya mendadak geger setelah unggahan seorang kreator sosial, Dian Permata Sari, pemilik akun Instagram @diianpermataa, mencuri perhatian publik.
Lewat fitur story, Dian meluapkan kekecewaan mendalam yang langsung memantik perbincangan warganet.
Ia mengaku telah membuka donasi untuk para korban banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Dan dalam waktu singkat berhasil mengumpulkan dana mencapai ratusan juta rupiah.
Selama tiga hari berturut-turut, Dian bersama tim kecilnya turun langsung ke lapangan.
Mereka menembus desa-desa terdampak, membagikan bantuan tanpa perantara, dan mendata warga yang masih belum tersentuh pertolongan.
Semua berjalan mulus hingga sebuah kejadian tak terduga membuat suasana berubah tegang.
Baca Juga: Batang Kuranji
Menurut pengakuan Dian, timnya mendapat telepon misterius dari seseorang yang mengaku oknum Dinas Sosial (Dinsos) Langkat.
Nada bicara penelepon itu disebut tegas, bahkan terkesan memerintah.
Orang tersebut meminta agar seluruh bantuan yang sudah dihimpun Dian diserahkan ke kantor Dinsos, lalu pihak dinas yang akan membagikannya.
Baca Juga: Titiek Soeharto: Nggak Usah Takut Bintang 2 atau 3! Jadi Selama Ini Pelaku Perusak Hutan Dibekingi?
Permintaan itu sontak membuat Dian curiga.
Ia menduga ada keinginan tertentu dari oknum tersebut, seolah hendak mengklaim bantuan yang sejatinya dikumpulkan oleh masyarakat lewat donasi pribadinya.
Dalam unggahan videonya, Dian menjelaskan dengan suara berat dan emosi yang tertahan.
"Halo teman-teman, aku mau cerita. Barusan tim aku ditelepon. Aku kan memang mencantumkan nomor tim untuk mendata daerah yang belum terjangkau."
"Insya Allah kami akan datang satu per satu. Tapi tiba-tiba ada orang Dinsos Langkat yang hubungi tim aku."
"Katanya, 'Mbak, seluruh bantuannya drop saja ke kantor kami, biar kami yang bagikan',"
ujar Dian dalam video yang dikutip Pojoksatu.id dilansir Langkat Terkini.Com (4/12/2025).
Tidak butuh waktu lama, warganet langsung membanjiri kolom komentar, sebagian besar ikut merasakan kemarahan dan kekesalan yang sama.
Dian pun kembali menegaskan perasaannya kali ini lebih emosional. kecewa dan tidak mampu menyembunyikan kekesalannya.
Unggahan tersebut membuat situasi kian memanas. Nama Dinsos Langkat ramai diperbincangkan di dunia maya.
Banyak yang mempertanyakan transparansi lembaga tersebut dan mempertanyakan siapa sebenarnya penelepon yang dimaksud Dian.
Tak ingin polemik makin meluas, Kepala Dinas Sosial Langkat, Taufik Rieza, memberikan klarifikasi.
Ia membantah keras tudingan bahwa pihaknya meminta bantuan Dian diserahkan ke kantor dinas.
Taufik menyebut tidak pernah ada instruksi seperti itu kepada stafnya, apalagi sampai menghubungi pihak luar.
"Kami tidak ada mengarahkan seperti itu bang, staf kami juga sudah coba at konfirmasi ke Bu Dian siapa pihak Dinsos yang menghubunginya, namun sampai sekarang belum dijawab."
kata Taufik. dikutip pojoksatu.id dilansir Langkat Terkini.com
Meski klarifikasi sudah disampaikan, polemik belum mereda. Pertanyaan publik kini mengarah pada satu hal
Siapa sebenarnya oknum penelepon yang mengatasnamakan Dinsos? Sementara Dian belum memberikan keterangan lanjutan, warganet masih terus menyoroti isu ini.
Situasi pun masih panas dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Apakah akan ada titik terang? Publik masih menunggu.***




